"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Ukhuwah

>> Tuesday, August 19, 2008

Kita sering mendengar kata atau istilah ukhuwah. Biasanya kata ukhuwah di padukan dengan kata Islam sehingga menjadi ukhuwah islamiyyah. Kata tersebut sering kita artikan dengan persaudaraan islam. Persaudaraan seperti apa sebenarnya yang terwujud dalam ukhuwah islamiyyah?

Makna Ukhuwah
Ukhuwah berasal dari kata kerja akha yang artinya menjadikan seseorang sebagai saudara. Dari kata akha, terbentuklah kata ukhuwah yang bermakna persaudaraan. Sedangkan ukhuwah islamiyah adalah persaudaraan sesama muslim yang dipengaruhi rasa cinta, kasih sayang, dan rasa saling menghormati yang dilandasi iman dan takwa kepada Allah swt. Ukhuwah ini bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syari’at Islam. Ukhuwah yang dilandasi oleh iman ini tidak membeda-bedakan keadaan orang yang akan dijadikan sahabat atau saudara. Jadi seseorang dianggap sebagai saudara bukan berdasarkan kekayaan, kecantikan, keturunan atau keluarganya semata. Persaudaraan juga tidak terjalin karena persamaan minat, aktivitas atau asal daerah. Namun rasa persaudaraan akan muncul dan tumbuh karena dorongan iman. Seorang muslim dari manapun asalnya, dianggap sebagai saudara karena sesungguhnya setiap muslim adalah bersaudara. Demikian pula persaudaraan tidak terbatas pada satu daerah atau negara saja. Persaudaraan terbentuk karena kesamaan iman islam. Perasaan persaudaraan ini akan melahirkan keikhlasan dan kasih sayang sehingga muncul sikap tolong menolong, pemaaf, pemurah, setia kawan, mengutamakan orang lain dan sikap mulia yang lainnya. Oleh sebab itu ukhuwah islamiyah adalah sifat yang menyatu dengan iman dan takwa. Tidak ada ukhuwah tanpa iman, dan tak ada iman tanpa ukhuwah. Begitu juga tak ada persahabatan tanpa takwa, dan tak ada takwa tanpa persahabatan.

Allah SWT. telah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 10 yang artinya:

“Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah bersaudara. Karena itu, damaikanlah antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
Ayat ini menerangkan tentang hakikat ukhuwah, yaitu bahwa ukhuwah merupakan cermin kekuatan iman, yang bila terwujud akan mendatangkan rahmat Allah. Jika ukhuwah kosong dari iman, maka ikatannya hanya untuk meraih keuntungan duniawi semata, baik pribadi ataupun kelompoknya.
Ukhuwah juga merupakan nikmat Allah yang diberikan kepada hambaNya, sebagaimana firmanNya dalam Surat Ali Imran ayat 103 yang artinya
“Dan ingatlah nikmat Allah atas kamu, tatkala kamu bermusuh-musuhan, lalu ia jinakkan antara hati-hati kamu, lantas dengan nikmat Allah kamu jadi bersaudara”
Rasulullah saw. bahkan menyatakan bahwa seseorang belum bisa dikatakan sebagai orang yang beriman, kecuali ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.
Dengan demikian jelaslah, ukhuwah muncul benar-benar dari dorongan iman dan sebagai perwujudan keimanan itu sendiri. Ukhuwah Islamiyyah bersifat abadi dan universal dan tidak bersifat temporer (terbatas pada waktu dan tempat).

Keutamaan Ukhuwah
Ukhuwah Islamiyyah merupakan karunia ilahiyah. Maka Allah swt. memberikan kedudukan utama serta pahala yang besar. Semua itu mendorong umat Islam untuk saling mewujudkan ukhuwah diantara mereka. Ukhuwah islamiyah memiliki beberapa keutamaan, antara lain :
1. Merasakan lezatnya iman.
Sebagaimana bunyi sabda Rasulullah saw.:
“Tiga perkara yang barangsiapa terdapat padanya tiga perkara tersebut, maka ia akan merasakan lezatnya iman, yaitu : jika ia mencintai Allah dan rasul-Nya lebih dari mencintai yang lain, cinta kepada orang lain karena Allah, dan membenci kekafiran sebagaimana ia merasa benci dicampakkan ke dalam api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Merasakan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi).
Ada 7 golongan yang mendapatkan perlindungan-Nya pada hari kiamat. Diantaranya adalah dua orang yang saling mencintai karena Allah. Keduanya berkumpul karena Allah dan berpisah karena Allah.
3. Mendapatkan tempat khusus di surga.
“Sesungguhnya di sekitar Arsy terdapat mimbar-mimbar dari cahaya, yang di atasnya terdapat suatu kaum yang menggunakan pakaian cahaya. Wajah mereka bercahaya dan mereka itu bukan nabi juga bukan syuhada. Akan tetapi para nabi dan syuhada merasa iri kepada mereka sehingga berkata, ‘Hai Rasulullah, tolong beritahu siapa gerangan mereka itu?’ Beliau menjawab :’Mereka adalah orang yang menjalin cinta karena Allah dan saling bermajelis (duduk memikirkan sesuatu) karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah semata (HR. Nasa’i)

Langkah Mewujudkan Ukhuwah
Mengingat ukhuwah sangat penting dalam membangun kehidupan yang aman tentram, maka ukhuwah ini harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang dapat dilakukan agar ukhuwah hakiki terwujud dalam kehidupan kita sehari-hari adalah :
1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai.
Rasulullah terbiasa berkata : Uhibbuka fillah, Aku mencintaimu karena Allah. Insya allah, jika kata ini diucapkan pada sahabat kita, maka persahabatan akan semakin erat.
2. Memohon dido’akan bila berpisah.
“Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata : ‘Dan bagimu juga seperti itu’.”(HR. Muslim)
3. Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa.
Kita tidak diperbolehkan untuk meremehkan kebaikan apa saja yang datang dari saudara kita. Oleh karena itu, jika kita berjumpa dengan saudara kita kita diharuskan untuk memberikan senyuman. Ingat, senyuman adalah sedekah yang paling murah.
4. Berjabat tangan bila berjumpa.
“Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabat tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah,” (HR. Abu Daud dari Barra’)
5. Sering bersilaturahmi.
Allah swt. telah berfirman : “Pasti akan mendapat cinta-Ku orang-orang yang mencintai karena Aku, dimana keduanya saling berkunjung karena Aku dan saling memberi karena Aku.”
6. Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu.
Rasulullah bersabda : Tahaadu tahaabu. Saling memberi hadiahlah kamu maka kamu akan saling mencintai
7. Memerhatikan saudaranya dan membantu keperluannya.
Sebuah hadits mengatakan bahwa orang yang meringankan beban penderitaan seorang mukmin, akan Allah ringankan bebannya di akhirat. Orang yang memudahkan orang lain dalam keadaan susah, Allah akan mudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Orang yang menutupi aib seorang muslim, Allah akan tutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudara-Nya.
8. Memenuhi hak saudaranya
Hak seorang muslim terhadap saudaranya ada 6, sebagaimana terdapat dalam hadis riwayat Muslim dan Abu Hurairah, yaitu mengucapkan salam bila bertemu, memenuhi undangan, saling menasihati, mendo’akan ketika bersin, menjenguk jika sakit, dan mengantarkan jenazahnya ke kubur apabila meninggal.
9. Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan
Selain membuat sahabat bahagia, hal ini juga membuat kita termotivasi untuk berprestasi seperti sahabat kita.

Pengaruh Ukhuwah
Ukhuwah amat berpengaruh bagi kehidupan. Ketika sudah terbentuk ukhuwah dalam makna sesungguhnya seperti yang sudah diuraikan di atas, maka akan terbentuk suatu ikatan persaudaraan yang hakiki. Artinya, persaudaraan bukan hanya ucapan tapi telah terwujud secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pada diri setiap muslim yang berukhuwah akan tumbuh dan berkembang rasa kebersamaan, tolong menolong, saling meringankan, dan saling mendukung. Selain itu mereka akan merasa senasib sepenanggungan. Bila ada masalah mereka akan menyelesaikannya bersama-sama, seperti kata pepatah berat sama dipikul ringan sama dijinjing.
Bila individu-individu muslim dapat mengamalkan makna hakiki dari ukhuwah dalam kehidupan, maka akan terbentuk suatu masyarakat yang memiliki kekuatan iman yang sangat kuat dan kepedulian yang sangat besar. Dari masyarakat yang seperti ini, akan tumbuh masyarakat yang kuat dan mandiri, masyarakat yang kokoh persatuannya karena dilandaskan kepada iman kepada Allah SWT. Masyarakat seperti ini akan menjadi harapan untuk membangun negara kuat dan mandiri yang berwibawa dimata dunia internasional.

Daftar Pustaka :
Nashih Ulwan, Abdullah, Dr. 1988. Persaudaraan Islam. Jakarta: Al-Ishlahy Press.
Muliana, Farid dan Tim ILNA YOSEN. 2004. Super Mentoring Junior. Bandung: PT Syaamil Cipta Media.
Hardian, Novi dan Tim ILNA YOSEN. 2005. Super Mentoring Senior. Bandung: PT Syaamil Cipta Media.
Jannah, Izzatul. 2003. Kado buat Sahabat. Solo: PT Era Adicitra Intermedia.

0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP