"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Seragam Kuning Pelabuhan Priuk

>> Friday, August 15, 2008


05 Agustus — Jika anda terbiasa naik kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priuk, tentu anda tidak asing dengan orang-orang berseragam kuning, yang siap membantu kita. Sudah pasti dengan pamrih. Namanya saja menyewakan jasa.
Ya, mereka adalah para kuli panggul Pelabuhan Tanjung Priuk. Mereka siap melayani kita, membawakan barang-barang kita sampai ke kapal. Sekali lagi tentu saja dengan pamrih. Karena mereka menyewakan jasa.
Saya mengenal sosok mereka, ketika mengantarkan teman-teman dari Sulbar dan Sultra, yang akan pulang menggunakan transportasi kapal laut. Sejauh mata memandang, di Pelabuhan Priuk, seragam kuning cukup mendominasi.
“Insya Allah mereka profesional kok, Mbak.” Begitu kata Isal, teman saya yang ikut mendampingi dan membantu kami. Akhirnya teman-teman saya menyewa jasa salah seorang kuli panggul berseragam kuning itu.
Keraguan awalnya menghinggapi saya. Namun, setelah melihat sendiri cara kerjanya, kini saya mnegacungkan jempol untuk mereka. Terlebih ketika saya menyadari bahwa pekerjaan mereka, bukanlah pekerjaan mudah dan ringan. Dibutuhkan keberanian, kecekatan, kegesitan, dan tentu saja kesabaran.
Lelaki berseragam itu langsung membawa lima koper teman-teman saya. Sudah dapat dipastikan, berat sekali, karena isinya mayoritas buku-buku. Lelaki paruh baya itu, menyelesaikannya dengan sekali angkut. Isal, teman saya juga turut membantu.
Saat itu juga, lelaki itu bersiap-siap menerobos kerumunan massa, untuk menaiki satu per satu anka tangga kapal. Jujur, saya tidak tega melihatnya. Namun, saya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Saya hanya dapat memandangnya dari jauh. Menyaksikan perjuangannya untuk sampai ke tangga teratas.
60.000 rupiah kami membayar jasanya. Sungguh angka yang tidak bisa dikatakan sebanding dengan risiko yang dihadapinya.
Pemandangan seperti ini mungkin baru bagi saya. Namun, tidak bagi lelaki berseragam kuning itu. Hal ini sudah menjadi rutinitasnya. Menjadi mata pencahariannya yuntuk menghidupi keluarganya.
Saya berpikir, kok bisa ya mereka mengangkut tas-tas atau koper-koper itu sekaligus. Apalagi secara fisik, tidak terlalu besar. Akhirnya, saya pun mendapatkan jawabannya. Allah SWT-lah yang memberikan mereka kekuatan. Karena jika Allah SWT berkehendak, maka segalanya bisa terjadi.
***
Bogor, 09 Agustus 2008

0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP