"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Yang Terpenting I-D-T, Bukan Menang atau Kalahnya

>> Friday, August 29, 2008

So... Let’s SMILE, Guys!!!


Allah SWT menciptakan segala sesuatu di dunia ini secara berpasang-pasangan. Siang-malam, panas-dingin, cerah-hujan, lelaki-perempuan, kaya-miskin, pertemuan-perpisahan, berhasil-gagal (tidak/belum berhasil), samapi pada menang-kalah.

Apa yang kita jalani di dunia ini sudah dituliskan oleh Sang Khalik. Semua tertera dengan jelas dalam Skenario Kehidupan yang dibuat oleh-Nya. So, tidak ada sesuatu yang kebetulan di dunia ini. Melainkan semuanya atas kehendak-Nya.

Seorang teman bercerita kepada saya bahwa dia baru saja mengikuti lomba Hacking di sebuah kota. Lomba tersebut berlangsung selama lima jam, dari jam 13:00-17:00 WIB, dengan jumlah peserta 10 orang. Mereka diminta untuk mencari 7 file gambar yang tersebar di 3 server dari 13 server yang ada. Sampai waktu yang sudah ditetapkan, mereka belum berhasil menemukan file-file gambar tersebut secara utuh. Dan teman saya pun harus bangga dengan urutan keempat yang diperolehnya.

Saya juga jadi teringat, ketika beberapa bulan lalu saya dan beberapa teman mendampingi anak didik mengikuti OLIPA (Olimpiade Al-Quran), yang diadakan oleh sebuah Ma’had terkemuka di Jakarta. Saat itu ada 3 item yang dilombakan, yaitu cerdas cermat, storry telling, dan tahfidz. Dan ini lomba OLIPA pertama yang diikuti oleh anak didik saya. Mengingat mereka berasal dari sekolah asrama putrid, yang waktu mereka lebih banyak dihabiskan di lingkungan asrama. Alhamdulillah, dari ketiga lomba yang diikuti, mereka juara tiga storry telling. Kecewa?! Tentu saja. Wajah polos mereka menyiratkan hal itu. Namun, sebagai pendidik, kami mencoba memberi pengertian kepada mereka dan membesarkan hati mereka.

Kisah yang hampir sama juga pernah saya alami ketika SMP. Saat itu, saya dan tim PRAMUKA SC (Semen Cibinong: SMP saya) mengikuti lomba Lintas Alam yang diadakan oleh MAN 2 Bogor. Saingan kami saat itu se-Bogor. Jadi bukan lagi tingkat Kabupaten. Kami harus melintasi trek-trek yang sudah disediakan. Sawah, sungai/kali, rumah penduduk, dan trotoar menjadi trek-trek atau lintasa yang harus kami lalui. Walaupun kami berasal dari Kabupaten dan bisa dikatakan ‘buta’ trek-trek di kota Bogor, kami tetap berusaha menyelesaikan lomba tersebut. Memang, pada akhirnya rim putri kalah. Yang menang justru dari tim putra. Lagi-lagi rasa kecewa itu menghiasi suasana usai lomba. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Kami masih bisa berbangga hati, karena sekolah kami menang.

Dari ilustrasi-ilustrasi di atas, kita dapat menarik benang merah, bahwa kemenangan atau kekalahan akan senantiasa hadir dalam hidup kita. Tak peduli apakah kita suka atau tidak. Tak peduli apakah kita mengingiinkannya atau tidak.

Kekalahan atau kegagalan (keberhasilan yang tertunda) dalam hidup, bisa menjadi pembelajaran yang baik. Tetapi bisa juga menjadi bumerang. Bagaiman tidak! Jika kita larut (terlena) dalam kesedihan akibat suatu kekalahan, maka hal itu akan berdampak negatif bagi diri kita. Kita akan terus-menerus berada di bawah baying-bayang kesedihan.

Saudaraku, tentu kita sama-sama mengetahui, bahwa Allah SWT tidak akan dengan serta-merta memberikan apa yang kita inginkan dalam hidup ini. Ada sebuah proses yang harus kita jalani. Kemenangan atau kekalahan bukanlah sebuah titik akhir dari proses. Saya yakin, kalian semua bisa lapang dada menerima segala cobaan hidup. Saya juga yakin, kalian selalu berusaha menjalankan proses dengan sebaik-baiknya. Dan saya juga yakin, bahwa kalian tahu bahwa yang terpenting bukan menang atau kalahnya. Melainkan I-D-T-nya (Ikhtiar-Doa-Tawakal). Selama kita masih menjalankan rumus I-D-T, selama itu pulalah masih ada secercah harapan. So... Let’s SMILE, Guys!!!


Seorang teman pernah berkata kepada saya, ’Kesedihan bukanlah dosa, tetapi akan menjadi dosa ketika engkau menebarkan benih-benihnya, memelihara, dan membanggakannya.’
’Tetaplah mensyukuri kesempatan, sebab jarang sekali kesempatan yang hilang akan datang kembali. Sungguh beruntung orang yang dapat memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin.’


Bogor, 25 Agustus 2008

0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP