"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Dari Puli sampai Oli

>> Tuesday, September 15, 2009

(Episode: Gresik Punya Cerita)


Alhamdulillah, pada liburan kemarin, saya berkesempatan pulang ke Gresik. Sebulan lebih saya di sana, berkumpul bersama nenek, bulik, bude, serta sanak famili lainnya. Salah satunya adalah Muhammad Isham Dhiyaurrahman, yang akrab disapa Isham. Adik kecil yang Juli kemarin genap berusia satu tahun ini merupakan salah satu adik sepupuku, yang tinggal di Sidayu-Gresik.

Pada waktu saya datang ke Sidayu, Isham masih berusia sebelas bulan. Dia masih merangkak bebas sesuka hati. Keceriaan dan ocehannya mewarnai hari-hari saya selama di sana. Setiap hari ada saja ulahnya yang membuat saya dan keluarga di sana tersenyum geli. Bagaimana tidak, hampir setiap saat kami dibuat pusing oleh ulahnya.

Isham yang memang tidak bisa diam ini, juga terkenal sebagai ‘pemakan segala.’ Di usianya yang masih sebelas bulan, dia sudah merasakan bermacam-macam makanan dan minuman, layaknya kami yang orang dewasa. Mulai dari makanan favoritnya, kerupuk puli, sampai bonggolan, agar, brownis, roti, nasi, bubur, martabak, kue tart, ayam, tempe goreng, melon, bengkuang, mentimun, dan jeruk, serta oli. Minumannya pun tak kalah, mulai yang hangat sampai es. Saya sempat melarang, namun kata orang tuanya tidak apa-apa, kecuali oli.


Ya, Isham memang gemar sekali bermain sepeda motor. Berkali-kali dipindahkan ke tempat lain, berkali-kali pula dia kembali ke tempat sepeda motor diparkir. Biasanya dia akan memainkan pijakan kaki dan knalpot. Kejadian ini seolah-olah telah menjadi rutinitasnya. Oleh karena itu, Pa’lik saya (ayahnya Isham) menaruh kursi di sekitar motor tersebut. Sehingga Isham tidak bisa lagi memainkan motor tersebut.

Namun, bukan berarti dia kapok. Setelah motor tidak bisa dimainkan, dia beralih ke sepeda mini milik kakaknya. Sama halnya dengan motor, dia pun memainkan pijakan kakinya. Selain itu juga stang dan goesannya. Selain itu, Isham juga sudah hafal rumahnya. Pernah suatu ketika dia saya tinggal di kamar (rumah nenek), karena saya ke dapur sebentar. Ketika saya kembali ke kamar, dia sudah tidak ada. Ternyata dia kembali ke rumahnya sendiri. Tentu saja lebih banyak merangkaknya dibandingkan jalan terantanan.

Kian hari, Isham semakin bertambah besar. Saya pun menyaksikan saat-saat dia mulai berjalan terantanan, sampai akhirnya dia bisa berjalan tanpa terantanan lagi. Senang rasanya dapat menyaksikannya tumbuh besar.

Lanjut membaca “Dari Puli sampai Oli”  »»

Rabithah

Izzis— Rabithah

Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini t’lah berpadu
Berrhimpun dalam naungan cinta-Mu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syari’at dalam kehidupan

Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahya-Mu
yang tiada pernah padam
Ya… Rabbi….
Bimbinglah kami

Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu
Hidupkan dengan ma’rifat-Mu
Matikan dalam syahid di jalan-Mu
Engkaulah pelindung dan pembela

Lanjut membaca “Rabithah”  »»

Untukmu Syuhada

Izzis— Untukmu Syuhada

Kehidupan bagaikan roda
beribu zaman terus berputar
namun satu tak akan pudar
cahaya Allah tetap membahana

Majulah sahabat mulia
berpisah bukan akhir segalanya
lepas jiwa terbang mengangkasa
cita kita tetap satu jua

Walau raga meregang nyawa
Harta dunia tiada tersisa
Namun jiwa tetaplah satria
Takkan surut satu langkah jua

Debu?‘ebu dan darah suci
Saksi nan tak terbantahkan lagi
Gunung lembah hutan dan samudra
Untuk Allah diatas segalanya

Tujuh awan bersuka ria
Sambut ruh suci menuju Rabbnya
Sahabat nantikan hadir kami
Kan menyusulmu sekejap lagi

Bidadari nan bermata jeli
Menyongsong dengan wajah berseri
Sahabat kami rela kau pergi
Jihad kita kan terus bersemi
Jalan ini takkan pernah henti

Lanjut membaca “Untukmu Syuhada”  »»

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP