"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

KAMMI Serukan Rekonsilisiasi Elite Politik dan Pulihkan Hak Sipil Rakyat

>> Thursday, April 30, 2009

Pemilu bukanlah sekedar pertandingan untuk mencari menang dan kalah
semata dalam demokrasi. Substansi demokrasi sesungguhnya adalah untuk
mewujudkan kemenangan rakyat Indonesia secara bersama-sama tanpa
kecuali. Karena itulah semestinya kebersamaan adalah azas yang harus
terus dibangun untuk masa depan bangsa dengan merekatkan dan memperkuat
tali persatuan, bukan sebaliknya malah menciptakan perpecahan.

Kita semua menyaksikan bahwa Pemilu 2009 memang jauh dari kesempurnaan.
Namun tentunya jangan sampai karena itulah perpecahan semakin nyata
terjadi. Sekaranglah saat yang paling tepat dan mendesak untuk para
pimpinan politik menggelar silaturahim demokrasi, duduk bersama, dan
membicarakan masa depan bangsa. Bila ada pergesekan kepentingan dalam
kompetisi, maka proses normative tetap dijalankan tetapi kehangatan
situasi harus tetap dijaga.

Saat ini masyarakat ingin melihat bukti, tauladan dan ke-negarawan-an
para pemimpin politik. Bagi negarawan, berkompetisi dan berbeda
kepentingan itu wajar saja selama komunikasi dan silaturahim tetap
dibangun. Bagi yang menang untuk membuka diri terhadap yang kalah dan
menjaga kohesifitas untuk kepentingan yang lebih besar yaitu stabilitas
politik nasional dan iklim demokrasi yang sehat. Rakyat rindu elite
politik yang negarawan.

Pemulihan hak sipil dan politik rakyat

Yang paling disesalkan dan harus dievaluasi pada penyelenggaraan pemilu
legislatif kemarin adalah terabaikanya hak konstitusional warga negara,
utamanya dalam persoalan banyaknya warga yang memiliki hak untuk memilih
namun gagal melaksanakan haknya karena tidak terdaftar dalam Daftar
Pemilih Tetap (DPT).

Karena itulah seluruh pihak yang bertanggung-jawab harus segera mencari
solusi cepat untuk pemulihan hak sipil dan politik rakyat agar kesalahan
tersebut tidak terulang lagi pada Pilpres. DPT harus segera diperbaiki
dan harus dihormati bila ada yang menempuh jalur hukum untuk menuntut
haknya.

Bila ini tidak segera bisa teratasi maka kita akan sangat malu karena
menyediakan hak rakyat yang paling mudah kaya begini saja tidak bisa
apalagi menyediakan hak rakyat terhadap pendidikan, kesehatan dan pangan
yang lebih rumit. Artinya negara dalam bahaya jika kejadian seperti ini
dibiarkan.


Sumber: www.kammi.or.id




Lanjut membaca “KAMMI Serukan Rekonsilisiasi Elite Politik dan Pulihkan Hak Sipil Rakyat”  »»

Warga Waswas soal Abon dan Dendeng Babi


Antara - Selasa, April 21 2009

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah warga DKI Jakarta mengaku masih merasa was-was terkait dengan dugaan beredarnya abon dan dendeng babi namun dibungkus dengan kemasan produk olahan daging sapi di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

"Saya was-was juga soalnya hampir mirip antara daging sapi dan babi," kata warga Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Saiful Khoiri (29), Senin.

Untuk itu, ia berharap agar pemerintah atau pihak lainnya memberikan penjelasan yang mudah dimengerti, agar warga dapat paham sepenuhnya, mana abon dan dendeng yang benar-benar daging sapi dan mana yang bukan.

Senada dengan Saiful, warga Kapuk, Jakarta Barat, Yani (33) mengatakan, dirinya kini merasa perlu mewaspadai abon dan dendeng sapi yang akan dibelinya.

Yani tidak menginginkan ada satu pun anggota keluarganya yang sampai memakan daging yang termasuk kategori haram bagi penganut agama Islam tersebut.

Sementara itu, seorang warga Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Evi (37), mengemukakan, agar bisa merasa yakin tidak membeli daging abon dan dendeng yang mengandung babi, ia biasanya membeli yang hasil produk pabrik dan dari penjual yang ia percayai.

"Kalau saya percaya sama penjualnya, maka saya juga merasa aman dengan apa yang saya beli," kata ibu dua anak itu.

Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan lima merek produk abon/dendeng babi yang dijual dengan label produk olahan daging sapi, ketika BPOM melakukan sampling dan pengujian terhadap 15 produk dendeng dan 20 produk abon serta.

Menurut Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Kamis (16/4), lima produk yang terbukti mengandung DNA babi itu meliputi Dendeng/Abon Sapi Gurih Cap Kepala Sapi (250 gram), Abon/Dendeng Sapi Asli Cap A.C.C. dan Abon & Dendeng Sapi Cap LIMAS (100 gram) produksi Langgeng, Salatiga.

Selain itu, juga ada merek Dendeng Sapi Istimewa Beef Jerky `Lezaaat` (100 gram) produksi MDC Food Surabaya dab Dendeng Daging Sapi Istimewa No.1 Cap 999 (250 gram) produksi S.Hendropurnomo, Malang.

"Produk dengan merek `Lezaaat` bahkan mencantumkan label halal pada kemasannya," kata Husniah, serta menambahkan tindakan itu mencederai hak konsumen untuk mendapatkan informasi yang benar tentang produk makanan.


Sumber: Antara



Lanjut membaca “Warga Waswas soal Abon dan Dendeng Babi”  »»

Flu Babi Berpotensi Berkembang di Indonesia


Selasa, 28 April 2009 | 17:33 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Flu babi yang menular ke manusia berpotensi berkembang di Indonesia. Namun, hampir dapat dipastikan keganasan flu babi Meksiko di bawah flu unggas yang telah mewabah di Indonesia.

Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom mengatakan, flu babi sebenarnya sudah lazim. Penyakit dengan virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. "H1N1 tipe Meksiko yang dikenal sebagai flu babi sekarang inilah yang berbahaya," katanya di Surabaya, Selasa (28/4).

Berdasarkan riset Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, H1N1 tipe Meksiko diduga kuat gabungan flu unggas, flu babi, dan flu manusia. Virus kemungkinan berubah di tubuh babi.

"Sejak 2005, saya sudah melontarkan hipotesis ini. Saya sudah khawatir ini bakal terjadi. Akhir tahun lalu saya kembali mengingatkan potensi bahaya ini. Namun, sebagian kalangan masih menentang," ujarnya.

Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, flu unggas tidak bisa langsung ke manusia.

"Secara teoretis, virus di unggas tidak bisa langsung ke mamalia seperti manusia. Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi," katanya.

Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. "Kalau ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus," ujarnya.

Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasarkan pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan flu babi, flu unggas, dan flu manusia. "Jika menyimak penjelasan di AS, ada kemungkinan reassortan (penyusunan ulang)," ujarnya.

Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan flu babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. "Sejak flu unggas merebak, saya sudah mengemukakan pentingnya menata ulang peternakan," tuturnya.

Namun, di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Meksiko tidak seperti H5N1. Dari sekitar 1.500 kasus di seluruh dunia, baru 150 berakhir dengan kematian. "Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi," ujarnya.

Kurang dari sebulan, H1N1 tipe Meksiko sudah menjangkiti ribuan orang. Sementara dalam tiga tahun, kasus H5N1 hanya tercatat sekitar 300 kasus di seluruh dunia. "Saya khawatir kalau hasil penyusunan ulang menghasilkan virus cepat menular dan daya rusaknya tinggi. Syukur sejauh ini belum menunjukkan tanda ke sana," ujar Nidom.

RAZ

Sumber: www.kompas.com


Lanjut membaca “Flu Babi Berpotensi Berkembang di Indonesia”  »»

Tips Menangani dan Mencegah Virus Flu Singapura

>> Tuesday, April 28, 2009


Penyakit Flu Singapura dalam istilah kedokteran disebut penyakit kaki, tangan, dan mulut / KTM (hand, foot, and mouth disease/HFMD). Penderita penyakit ini disebabkan oleh RNA. Penularannya biasanya melalui kontak langsung dengan kulit penderita, lewat udara, lewat percikan air liur, urine, dan feses. Penyakit KTM termasuk new emerging disease (penyakit infeksi baru) yang virusnya belum pernah diisolasi. Sampai saat ini belum ada imunisasi untuk mencegah penyakit ini.

Penyakit Flu Singapura kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, meskipun bisa juga terkena penyakit ini.

Gejala Ringan :
Flu biasa, yakni demam, batuk, pilek, pegal-pegal, dan mudah lelah.
Munculnya sariawan di rongga mulut dan bercak-bercak merah berair, seperti cacar di telapak tangan dan kaki, khasnya adalah di antara sela-sela jari.
Penderia biasanya disertai infeksi sekunder, seperti diare, muntah, dehidrasi, dan lemah atau komplikasi lain.



Gejala Berat :
Demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C.
Demam tidak turun-turun.
Takikardia (nadi menjadi cepat).
Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak .
Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi .
Letargi, lemas, dan mengantuk terus.
Nyeri pada leher, lengan, dan kaki.
Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial.
Keringat dingin.
Fotofobia (tidak tahan melihat sinar).
Ketegangan pada daerah perut.
Halusinasi atau gangguan kesadaran.

Pencegahan dan Penanganan:
Menjaga kebersihan dan sanitasi yang sehat dan higiene.
Menjaga kesehatan badan, cuci tangan, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.
Bawa ke puskesmas atau rumah sakit jika terjadi gejala-gajala penyakit ini, dan beristirahat yang cukup.
Perbanyak minum air putih, agar tidak dehidrasi.
Mengonsumsi multivitamin agar daya tahun tubuh kuat.
Jika ada penderita, sebaiknya jangan berkatifitas diluar rumah dahulu, karena akan memicu penularan penyakit ini.
Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.
Jika terjadi gejala berat maka penderita perlu mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit.

Sumber :
Dari berbagai sumber.
Sumber utama infeksi.com.





Lanjut membaca “Tips Menangani dan Mencegah Virus Flu Singapura”  »»

Selamat Hari Kartini

>> Tuesday, April 21, 2009

Cita-cita besar Kartini utk membangun negeri patut utk ditiru oleh perempuan masa kini.

Adakah kita memiliki cita-cita besar dalam hidup?

Semoga.

"Selamat Hari Kartini."


(Dari seorang teman).

Lanjut membaca “Selamat Hari Kartini”  »»

Selamatkan Demokrasi Indonesia

>> Tuesday, April 7, 2009


Kita bersepakat bahwa pemilu 2009 adalah penentuan bagi keberlanjutan
demokrasi di Indonesia. Jika berhasil maka akan memberikan dampak yang
positif, namun sebaliknya jika gagal akan menjadi presiden masa
kritis bagi demokratisasi yang terjadi di negara kita. Kita berharap
bahwa pemilu ini akan menjadi akhir dari transisi demokrasi yang akan
menghasilkan pemimpin yang dikehendaki rakyat dan cita-cita reformasi,
kredibel dan legitimate. Selain akselerasi transisi demokrasi kita juga
berharap ini akan menagregasi alih generasi menuju kepemimpinan yang
sering kita sebut sebagai "kepemimpinan pemuda".

Pemilu 2009 adalah Pemilu ketigapada masa reformasi (transisi
demokrasi). Di beberapa negara yang mengalami transisi demokrasi halnya
Indonesia, masa 10 tahun adalah masa yang sangat menentukan. Bila sudah
sampai Pemilu yang ketiga dan telah lebih dari 10 tahun namun tidak
banyak perbaikan, maka sungguh akan menjadi masa rawan.

Namun, hingga hari ini setiap hari kita masih disajikan
berita-berita tentang pesimisme dan kekhawatiran penyelenggaraan Pemilu
2009. Sejak awal kita memang menyaksikan betapa semrawutnya persiapan
pemilu Penyelenggara Pemilu (KPU) tidak menunjukkan profesionalitas dan
kemampuan untuk memanage setiap masalah. Sebagai penyelenggara pemilu,
pola manajemen KPU juga sangat buruk. Berbagai tahapan pemilu banyak yang
mundur dari jadwal yang telah ditetapkan. Penyampaian informasi kepada
publik juga sering kali berbeda. Simpang-siur DPT, terancamnya jutaan
suara mahasiswa , TKI, yang terancam tidak bisa menggunakan hak
pilihnya seharusnya bisa diantisipasi sejak awal oleh KPU.

Di sisi lain bila kita melihat pola dan perilaku elite politik yang saat
ini belum menunjukkan ada perubahan dari yang sebelumnya. Yang disajikan
setiap hari hanyalah berputar-putar pada berita, wacana, prediksi, dan
spekulasi "siapa dengan siapa akan lawan siapa". Sangat elitis
dan tidak sejalan dengan spiritdari rakyat, oleh rakyat, dan untuk
rakyat. Sementara rakyat dibuat bingung sebenarnya sekarang kita pada
kondisi yang lebih baik sehingga harus dilanjutkan, atau sebaliknya pada
kondisi yang sudah sangat mengkhawatirkan sehingga harus ada pembaharuan
dan perubahan.

Upaya mempengaruhi elite tampaknya sudah sangat-sangatsulit untuk
dilakukan. Mereka sudah terkena miopi (rabun jauh) dan yang dipikirkan
sekarang hanyalah bagaimana cara untuk menang. Karena itulah
melihat fakta tersebut dan mengingat terbatasnya waktu, maka KAMMI Pusat
menyerukan kepada seluruh daerah untuk mengambil langkah-langkah
strategis untuk mendesak penyelamatan demokrasi di Indonesia agar Pemilu
menjadi lebih berkualitas.

KAMMI Pusat mengajak teman-teman di daerah untuk mengembalikan
demokrasi ini agar kembali menjadi milik rakyat dengan melakukan GERAKAN/
SERUAN MORAL UNTUK SELAMATKAN DEMOKRASI INDONESIA (selama hari tenang).

KAMMI Pusat bersama elemen gerakan mahasiswa intra-kampus( BEM-SI) dan
ekstra-kampus serta elemen-elemen pemuda pro-demokrasi juga
menggelarmimbar bebas, orasi dan Deklarasi Mahasiswa dan Pemuda
"Selamatkan Demokrasi Indonesia" di gedung Perpusnas,Salemba.
Isi Deklarasi tersebut adalah:


1. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesiamengajak semua pihak untuk
Selamatkan Demokrasi Indonesia dengan bersama-sama mewujud kan Pemilu 2009
yang bermutu ( bersih, jujur, adil, rahasia dan tepatwaktu).

2. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mengajak masyarakat untuk
Selamatkan Demokrasi Indonesia dengan menggunakan hakpilih agar Pemilu
2009 menghasilkan pemimpin yang berkualitas memiliki kredibilitas dan
legitimate.

3. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia Pecinta Demokrasi, menuntut
penyelenggara pemilu (KPU dan Panwaslu) untuk lebih profesional, terbuka,
akuntabel, netral dan independen.

4. Kami Mahasiswa dan Pemuda Indonesia mengajak seluruh kekuatan politik
yang sedang berkompetisi untuk Selamatkan demokrasiIndonesia dengan
menjunjung tinggi etika dan fair play, siap menerima hasil: menang atau
kalah dan berkomitmen untuk mewujudkan Pemilu yang damai untuk semua.


Demikian seruan ini kami samapaikan. Terima kasih atas perhatianya dan
silahkan ditindak lanjuti di tiap level masing-masing.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh


Tertanda,


Humas KAMMI

Sumber: http://humas-online.blogspot.com
(dengan beberapa perbaikan, tanpa mengubah konten)

Lanjut membaca “Selamatkan Demokrasi Indonesia”  »»

Mencontreng... Siapa Takut ;-)

>> Monday, April 6, 2009

(Tuh Kan... Bisa)



Pemilihan Umum telah memanggil kita
Kita sambut dengan gembira
Di bawah Umdang-Undang Dasar '45
Kita menuju ke Pemilihan Umum



Masih ingat penggalan lirik di atas? Ya, benar. Lirik di atas merupakan lagu theme song Pemilihan Umum di Indonesia. Pemilihan Umum memang telah memanggil kita. Tiga hari lagi, kita akan melakukan Pemilu Legislatif. Itu artinya kita harus memilih siapa yang akan kita jadikan wakil untuk menyampaikan aspirasi kita.



Pada Pemilu 2009 ini, pesertanya lebih banyak daripada Pemilu 1994. 48 Parpol sudah dapat dipastikan akan memperebutkan kursi panas di rumah rakyat. Mulai tingkat daerah sampai nasional. Selain jumlah peserta, pada Pemilu kali ini pun caranya berbeda. Kita tidak lagi harus mencoblos, melainkan cukup mencontreng saja. Tentu lebih mudahkan.



KPU selaku penyelenggara Pemilu, telah memberikan kesempatan semua Parpol utk menyosialisasikan diri kepada masyarakat. Hampir tiga pekan, kita disuguhkan tayangan tentang kampanye Parpol. Tentunya setiap Parpol memiliki cara sendiri utk menarik perhatian. Tidak mudah bagi kita untuk memilih Parpol yang sesuai. Pemilu kali ini, ibarat 'pasar malam' yang ramai dan apapun ada di sana.

Kini, kitalah yang menentukan Parpol mana yang menjadi pilihan kita. Yang dapat membawa amanah kita. Yang bisa menyampaikan aspirasi kita.

Pemilu kali ini menjadi titik tolak perubahan Indonesia lima tahun ke depan. Oleh karena itu, gunakan hak pilih kita. Jangan Golput!
Lebih baik melakukan sesuatu daripada tidak sama sekali.
Lebih baik memilih daripada pasrah begitu saja.
Mencontreng... Siapa Takut ;-)

Tiga Pekan sudah berlalu, semua Parpol telah unjuk gigi. Kini, giliran masyarakat yang memilihnya. Giliran kita yang memilihnya.

Lihat dengan hati!
Jelilah dalam memilih!
Harapan itu Masih Ada!

Lanjut membaca “Mencontreng... Siapa Takut ;-)”  »»

Visi yang Terlupa



Kampanye Pemilu telah berakhir. Kemarin merupakan putaran terakhit. Semua Partai Politik (disingkat: Parpol) peserta Pemilu, telah menunjukkan taringnya. Setiap harinya, Parpol berkampanye secara bergantian. Sesuai dengan jadwal yang mereka dapat. Tentunya cara sosialisasi yang mereka gunakan berbeda-beda.

Berbagai macam cara dilakukan oleh mereka. Diantaranya: Konser musik, turun ke lapangan, turun ke sawah, mengamen, doa bersama, kunjungan sosial, jalan sehat, dan bermain bola bersama. Semua itu mereka lakukan dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat.



Dari berbagai macam cara, memang yang paling banyak dilakukan adalah konser musik. Ya, konser musik memang mampu menyedot banyak perhatian. Para simpatisan diajak bergoyang. Apapun cara yang mereka lakukan sah-sah saja, selama tidak 'bermain belakang.'

Namun, ada pemandangan menarik yang terjadi hampir di setiap kampanye Parpol. Entah disadari atau tidak, para parpol lupa menyampaikan Visi-Misinya. Padahal hal ini penting sebagai bahan pertimbangan masyarakat untuk memilih nantinya. Terlepas apakah Visi-Misi itu akan benar-benar dilaksanakan nantinya. Minimal pemaparan Visi-Misi memberikan gambaran kepada masyarakat. Sehingga mereka tidak asal memilih Caleg. Mereka memilih dengan alasan logis dan pertimbangan matang. Bukan semata-mata karena konsernya asik, bukan karena goyangan penyanyinya dahsyat, bukan karena dibantu menanam padi, bukan karena doa bersama, bukan karena diberi hadiah/uang, juga bukan karena diberi sembako. Tetapi lebih dari itu, karena masyarakat mengetahui Visi-Misinya dan Bumbata (Buka mata, buka telinga) tentang sepak terjang Parpol yang akan dipilihnya.

Tiga Pekan sudah berlalu, semua Parpol telah unjuk gigi. Kini, giliran masyarakat yang memilihnya. Giliran kita yang memilihnya.

Lihat dengan hati!
Jelilah dalam memilih!
Harapan itu Masih Ada!


Lanjut membaca “Visi yang Terlupa”  »»

Yogyakarta dalam Ingatan



Yogyakarta… sebuah kota yang belum lama aku kunjungi. Kurang lebih empat hari lamanya. Mungkin ini kali kedua aku ke kota Gudeg itu. Pertama, ketika usiaku tiga tahunan. Itupun bersama kedua orang tuaku. Kedua, ya… saat ini. Itupun untuk menghadiri sebuah kegiatan.


Yogya Berhati Nyaman, slogan itulah yang menyapaku begitu menginjakkan kaki di kota itu. Namun ada temanku yang meralatnya. “Slogan yang benar itu, Yogya Berhati Nyam-nyam,” Katanya berseloroh. Apapun slogan kota itu, tetap saja tak mampu menawan hatiku untuk tetap tinggal. Berbeda dengan kota Gresik, kota kelahiranku, yang setiap saat selalu mampu menorehkan rindu.

Hari pertama di Yogya, aku dan teman-temanku cek-in di Hotel Brongto. Sebuah hotel di daerah Selatan Yogyakarta. Aku sekamar dengan Nova, seorang akhwat yang baru saja aku kenal. Setelah pembagian kamar, kami memutuskan untuk JJS alias jalan-jalan sore. Kesempatan yang ada cukup luang, karena kegiatan baru dimulai ba’da Maghrib. Sedangkan kami tiba di Yogya siang hari. Kami menyusuri jalanan di sekitar hotel. Singgah di sebuah kedai bakso dekat per empatan, warung makan untuk membeli titipan teman, dan minimarket untuk mmbeli beberapa keperluan. Setelah dirasa cukup, kami pun kembali ke hotel untuk beritirahat.

Malam harinya, usai makan malam kami siap dengan berbagai kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Kami di antar ke Pasar Kesenian Tradisional, Gambus-Bantul, menggunakan bis yang sudah disediakan. Di tempat ini diadakan Soft Opening Mukernas. Kegiatan ini dikemas menarik, berlangsung komunikatif . Tarian Dewi Sri yang dibawakan oleh sebuah sanggar tari, mampu menghidupkan suasana. Kegiatan ini berlangsung sampai menjelang tengah malam. Kami pun sudah mulai mengantuk dan ingin segera kembali ke hotel.

Keesokan harinya, kami bersiap-siap ke Universitas Gadjah Mada. Tepatnya di University Club (UC), Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk menghadiri Opening Ceremony. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk Studium Generale (disingkat SG) dengan tema ‘Politik Indonesia Kontemporer.’ Menghadirkan Gus Pur, aryo Bimo, dan Rahmantoha Budiarto. Selain itu, Wakil Gubernur DIY pun berkesempatan memberikan sambutan.
Kegiatan SG dibagi menjadi dua sesi. Sesi Pertama, bertemakan ‘Mencari Pimpinan Nasional yang Progresif dan Pro-rakyat.’ Sedangkan sesi Kedua, bertemakan ‘BHP dan akses Pendidikan Bagi Rakyat.’ SG sesi pertama, berlangsung sampai Dzuhur. Setelah itu kami kembali ke hotel. Perjalanan dari UGM ke hotel tidak bisa dibilang dekat. Harus ditempuh berapa puluh menit menggunakan bus.

SG sesi kedua, diadakan di Aula hotel. Prof. Dr. Wuryadi menyampaikan tt BHP dengan sangat baik. Lengkap dengan data-datanya. Sesi kedua ini berlangsung sampai Ashar. Setelah itu kegiatan dilanjutkan ba’da Maghrib dan mulai ke intinya, yaitu Persidangan Mukernas.

Layaknya persidangan organisasi lain, pada Mukernas pun persidangan dibagi menjadi dua: Sidang Pleno dan Sidang Komisi. Persidangan ini berlangsung sampai Sabtu malam. Dan rangkaian kegiatan benar-benar berakhir pada Ahad pagi. Kami pun dibebaskan oleh panitia, sesuai agenda kami masing-masing.

Aku dan kedelapan temanku sepakat untuk menyewa mobil. Kamipun menuju Obyek Wisata Candi Prambanan. Setelah itu, kami menuju Pabrik Bakpia 88, untuk membeli oleh-oleh khas Yogya itu. Mobilpun kemudian meluncur membelah jalanan kota Yogya sore itu. Kali ini Malioboro yang menjadi tujuan kami. Usai berkeliling Malioboro, Stasiun Tugu pun menjadi tujuak akhir kami di kota Berhati Nyaman ini.

Lanjut membaca “Yogyakarta dalam Ingatan”  »»

Bisnis Di Malam Hari



Sunyinya malam tak menghentikan laju kereta. Perlahan tapi pasti kereta semakin bergerak ke depan. Singgah ke stasiun-stasiun yang dilewati. Berhenti sejenak ‘tuk sekadar menaikkan penumpang atau sejenak membiarkan pedagang menjajakan barang dagangannya.


Bisnis di malam hari, tak peduli dengan suasana sekitar. Hujan yang membasahi bumi malam itu pun tak lantas memberhentikan lajunya. Bisnis di malam hari terus melaju memecah keheningan malam. Tak peduli bagaimana kondisi penumpang di dalamnya. Apakah mereka telah tertidur lelap atau masih asyik dengan pikrannya masing-masing.

Salah satunya adalah aku. Bisnis di malam hari tak mampu membuatku tertidur. Sepeninggalnya dari Stasiun Tugu sampai waktu menunjukkan pukul 02:00, aku tak dapat tidur. Pemandangan di dalam kereta itu justru sedikit menarik perhatianku. Di sana aku lihat para penumpang yang terlelap. Ada yang nyaman dia tas kursinya, tetapi ada juga yang nyaman di lantai kereta beralaskan selembar koran. Dinginnya malam tak mengusik tidur mereka. Jika kereta berhenti di Stasiun, tiba-tiba suasana menjadi ramai. Suara para pedagang sejenak membangunkan menumpang yang tertidur. Namun kemudian sunyi kembali, ketika kereta meninggalkan stasiun.

Malam kian larut, aku mulai bosan dengan suasana di dalam kereta. Ku alihkan pandangan ke luar jendela. Namun yang ku lihat hanya gelap. Mataku tak menangkap pemandangan yang menarik. Aku kemudian berpikir, seandainya aku naik bus tentu akan lain ceritanya. Malam hari pasti akan kulalui dengan pemandangan yang menarik. Di antaranya aktivitas penduduk di malam hari, suasana kota yang kulewati, dan terutama kerlap-kerlip lampu hias kota dengan beraneka bentuk. Namun, aku kembali tersadar kalau aku kini hanya bisnis di malam hari, yang menemaniku.



Aku kembali bosan dengan pemandangan di luar. Di sela-sela kebosananku, akhirnya aku putuskan untuk menulis puisi dan menggambar sesuatu. Tanpa sadar aku telah menghabiskan hampir setengah notebook malam itu. Namun, rasa letih tak juga mampu menidurkanku. Ketika sedang asyik menggambar, tiba-tiba ada suara yang memanggilku. Sebuah suara yang aku kenal, karena dialah yang empat hari terakhir menjadi teman sekamarku di Yogya. Ternyata dia terjaga dari tidurnya. Entah siapa yang memulai, kami pun sudah asyik dengan aktivitas baru. Selembar kertas kami oper dan saling berbalas pesan. Ya, bisa dibilang sms. Hanya bedanya ini tertulis di selembar kertas. Ada keisengan-keisengan yang tanpa sadar kami lakukan malam itu. Hingga akhirnya temanku kembali terlelap. Sedangkan aku tetap tejaga.

Tepat pukul 03:00, teman sebelahku terjaga. Melihat aku maish belum bisa tidur, terlebih dia tahu aku tidak suka naik kereta, dia pun menawarkan utk pindah posisi. Aku pun menurutinya. Sambil menatap gerimis di luar jendela, aku pun tak beberapa lama tertidur. Hal itu tidak berlangsung lama, karena aktivitas penumpang yang mulai turun di Stasiun Bekasi, kembali membangunkanku. Aku pun terjaga sampai kereta tiba di Stasiun Senen, Shubuh saat itu.

Lanjut membaca “Bisnis Di Malam Hari”  »»

Kereta… Oh Kereta

Sudah lama saya tidak menulis tentang curhat. Kali ini saya akan menulis tentang perjalanan saya ke Yogyakarta, dua bulan lalu.





Siapa sih yang tak kenal kereta? Semua orang pasti mengetahuinya. Walaupun belum tentu pernah menaikinya, minimal pernah melihatnya. Ya, kereta adalah sebuah alat transportasi yang memiliki jalur sendiri (rel). Terdiri dari beberapa kotak persegi (gerbong), lengkap dengan satu kepalanya. Seorang masinis siap duduk di depan kemudi untuk mengoperasikannya.

Bagi sebagian orang, tentu kereta bukanlah hal yang asing. Kereta menjadi salah satu alternatif transportasi untuk jarak dekat sampai jauh. Mulai dari kereta Jabodetabek sampai antarpropinsi. Namun tidak demikian bagi saya. Kereta yang saya naiki bisa dihitung dengan jari. Sampai usia sekarang ini, baru lima kali saya naik kereta.
Pertama, ketika pulang utk berlibur ke kampong halaman, Kota Gresik. Tepatnya Sedayu. Walaupun saya naik kereta kelas menengah ke atas, tetap saja tidak membuat saya nyaman. Sudah dapat dipastikan saya tidak bias tidur. Hingga akhirnya kelelahan sendiri. Biasanya menjelang pagi atau tiba di Kota tujuan.

Kedua, ketika awal kuliah. Saya dan teman-teman seangkatan memutuskan utk refreshing ke Kebun Raya Bogor. Walaupun rumah saya di Cileungsi, saya harus tetap ke Jakarta utk berangkat bersama-sama. Kami berangkat dari Stasiun Cawang. Kami naik kereta ekonomi. Itu merupakan pengalaman pertama saya. Berdiri dan berdesak-desakkan di atas kereta. Setiap berhenti di stasiun, saya pasti bertanya kepada teman, “Berapa stasiun lagi?” Ya, sepanjang perjalanan, memang itulah yang saya tanyakan. Hingga kami sampai di tujuan. Demikian juga ketika pulang.

Ketiga, rute kali ini terbilang cukup dekat. Dari Stasiun Pasar Minggu ke Statiun Mangga Besar. Saat itu saya diajak oleh seorang teman utk menemaninya ke Mangga Dua. Ternyata dia mengajak saya naik kereta. Awalnya saya sudah bilang dan meminta opsi utk naik transportasi darat. Namun dia tidak bersedia. Alhasil, pengalaman naik kereta pun bertambah. Beruntung karena kondisinya tidak terlalu padat. Selain itu juga karena saya berhasil membujuknya utk naik transportasi darat, ketika pulang. 

Keempat, pengalaman kali ini masih hangat dalam ingatan. Kejadiannya belum ada satu bulan. Ya, sepulang Mukernas kemarin. Saya dan teman-teman akhwat naik kereta. Kami memilih kereta bisnis dengan tujuan Yogya-Jakarta. Selepas Dzuhur, kami berngkat ke Prambanan utk refreshing. Kira-kira sampai pukul 15:30. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Malioboro, kira-kira sampai pukul 16:30. Sepulang dari Malioboro kami pun langsung menuju Stasiun Tugu, karena kereta yang kami naiki akan berangkat pukul 18:30-an.

Tak berapa lama setelah kami duduk di dalam kereta, kereta pun beranjak pergi meningglkan stasiun. Itu artinya saya juga perlahan tapi pasti meninggalkan Kota Yogya. Entah kapan kembali lagi.
Saya duduk dengan seorang teman. Awalnya kami menghadap ke kepala kereta. Namun di tengah perjalanan, kursi kami ubah menghadap ekor. Agar orang yang tidak mendpatkan kursi, bisa memanfaatkan kolong untuk beristiraha
Lagi-lagi aku menyaksikan pemandangan yang tak biasa. Suasana di atas kereta yang cukup ramai. Terlebih jika sedang transit di stasiun-stasiun berikutnya. Sudah dapat dipastikan tambah ramai. Sama seperti kereta-kereta sebelumnya, kali ini pun saya tak dapat tidur. Walaupun malam kian larut. Nyenyaknya teman-temanku beristirahat, tak lantas menghipnotisku untuk tertidur juga. Praktis kereta kelima pun tidak mampu membuatku nyaman.

Kelima, Perjalanan saya mengantarkan teman ke Bandara. Kami harus ke Gambir dulu, karena tidak memungkinkan lagi kalau harus naik Damri. Hal ini mengharuskan saya utk naik kereta dari Stasiun Depok menuju gambir. Sama seperti kereta kedua, kali ini pun saya naik kereta Ekonomi. Alhamdulillah... kereta siang itu tidak terlalu padat. Walaupun berdiri, saya masih merasa nyaman. Di tengah perjalanan, ada seorang laki-laki yang memberikan tempat duduknya. Alhasil, saya duduk selama perjalanan.

Begitulah kisah saya dengan kereta. Entah berapa kereta lagi yang akan mewarnai hidup saya. :D





Lanjut membaca “Kereta… Oh Kereta”  »»

Membaca



Membaca adalah melihat serta memahami isi dari apa yang tertulis, dengan melisankan atau hanya dalam hati. Membaca merupakan kegiatan yang sangat penting, yang dilakukan setiap orang untuk mengetahui sesuatu.


Definisi membaca, menurut para ahli sebagai berikut:
1.Kolker
Membaca adalah proses komunikais antara pembaca dan penulis dengan menggunakan bahasa tulis.
2.Douglass
Membaca adalah proses penciptaan makna.
3.Rosen Blatt
Membaca adalah proses transaksional.
4.Fredick Mc. Donald
Membaca adalah rangkaian respon yang kompleks.
5.Syafi’i
Membaca adalah proses yang bersifat fisik/proses mekanis berupa mengamati tulisan secara visual. Sedangkan proses psikologis berupa kegiatan berpikir dalam mengubah info.
6.Faris
Membaca adalah pemmrosesan kata-kata, konsep, info, dan gagasan.



Membaca memiliki beberapa jenis, yaitu:
1.Literal -> Menentukan 5W + 1 H (What, When, Where, Wo, Why, Which + How).
2.Kritis -> Membutuhkan pemahaman
3.Kraetif -> Kritis dan imajinatif.

Sedangkan jenis-jenis membaca berdasarkan kecepatannya, sebagai berikut:
1.Reguler -> Membaca ringan dan santai.
2.Skimming -> Membaca cepat.
3.Warp Speed -> Membaca sangat cepat.
4.Scanning -> Membaca sekilas.
5.Skipping -> Membaca loncat-loncat.

Adapun tujuan dari membaca, yaitu:
1.Memahami aspek kebahasaan.
2.Memahami pesan dalam teks.
3.Mencari info.
4.Mendapatkan petunjuk.
5.Menikmati bacaan.

Membaca terdiri dari tiga perode, yaitu:
1.Pra-membaca
2.Saat membaca
3.Pasca-membaca

Lanjut membaca “Membaca”  »»

Link FIlm Ienakiko (Rindu-Rindu Aizawa

>> Friday, April 3, 2009


Ini ada link film Ienakiko (Rindu-Rindu Aizawa)

Ienakiko 1
http://www.indowebster.com/Ienakiko_01.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_02.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_03.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_04.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_05.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_06.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_07.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_08.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_09.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_10.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_11.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_12.html


Ienakiko 2
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_01.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_02.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_03.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_04.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_05.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_06.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_07.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_08.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_09.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_10.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_11.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_12.html
http://www.indowebster.com/Ienakiko_2_ep_13.html


Lanjut membaca “Link FIlm Ienakiko (Rindu-Rindu Aizawa”  »»

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP