"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Bisnis Di Malam Hari

>> Monday, April 6, 2009



Sunyinya malam tak menghentikan laju kereta. Perlahan tapi pasti kereta semakin bergerak ke depan. Singgah ke stasiun-stasiun yang dilewati. Berhenti sejenak ‘tuk sekadar menaikkan penumpang atau sejenak membiarkan pedagang menjajakan barang dagangannya.


Bisnis di malam hari, tak peduli dengan suasana sekitar. Hujan yang membasahi bumi malam itu pun tak lantas memberhentikan lajunya. Bisnis di malam hari terus melaju memecah keheningan malam. Tak peduli bagaimana kondisi penumpang di dalamnya. Apakah mereka telah tertidur lelap atau masih asyik dengan pikrannya masing-masing.

Salah satunya adalah aku. Bisnis di malam hari tak mampu membuatku tertidur. Sepeninggalnya dari Stasiun Tugu sampai waktu menunjukkan pukul 02:00, aku tak dapat tidur. Pemandangan di dalam kereta itu justru sedikit menarik perhatianku. Di sana aku lihat para penumpang yang terlelap. Ada yang nyaman dia tas kursinya, tetapi ada juga yang nyaman di lantai kereta beralaskan selembar koran. Dinginnya malam tak mengusik tidur mereka. Jika kereta berhenti di Stasiun, tiba-tiba suasana menjadi ramai. Suara para pedagang sejenak membangunkan menumpang yang tertidur. Namun kemudian sunyi kembali, ketika kereta meninggalkan stasiun.

Malam kian larut, aku mulai bosan dengan suasana di dalam kereta. Ku alihkan pandangan ke luar jendela. Namun yang ku lihat hanya gelap. Mataku tak menangkap pemandangan yang menarik. Aku kemudian berpikir, seandainya aku naik bus tentu akan lain ceritanya. Malam hari pasti akan kulalui dengan pemandangan yang menarik. Di antaranya aktivitas penduduk di malam hari, suasana kota yang kulewati, dan terutama kerlap-kerlip lampu hias kota dengan beraneka bentuk. Namun, aku kembali tersadar kalau aku kini hanya bisnis di malam hari, yang menemaniku.



Aku kembali bosan dengan pemandangan di luar. Di sela-sela kebosananku, akhirnya aku putuskan untuk menulis puisi dan menggambar sesuatu. Tanpa sadar aku telah menghabiskan hampir setengah notebook malam itu. Namun, rasa letih tak juga mampu menidurkanku. Ketika sedang asyik menggambar, tiba-tiba ada suara yang memanggilku. Sebuah suara yang aku kenal, karena dialah yang empat hari terakhir menjadi teman sekamarku di Yogya. Ternyata dia terjaga dari tidurnya. Entah siapa yang memulai, kami pun sudah asyik dengan aktivitas baru. Selembar kertas kami oper dan saling berbalas pesan. Ya, bisa dibilang sms. Hanya bedanya ini tertulis di selembar kertas. Ada keisengan-keisengan yang tanpa sadar kami lakukan malam itu. Hingga akhirnya temanku kembali terlelap. Sedangkan aku tetap tejaga.

Tepat pukul 03:00, teman sebelahku terjaga. Melihat aku maish belum bisa tidur, terlebih dia tahu aku tidak suka naik kereta, dia pun menawarkan utk pindah posisi. Aku pun menurutinya. Sambil menatap gerimis di luar jendela, aku pun tak beberapa lama tertidur. Hal itu tidak berlangsung lama, karena aktivitas penumpang yang mulai turun di Stasiun Bekasi, kembali membangunkanku. Aku pun terjaga sampai kereta tiba di Stasiun Senen, Shubuh saat itu.

2 comments:

syarif Thursday, April 16, 2009 8:30:00 AM   Reply To This Comment

saking inginya untuk tidak mengganggu orang lain yang lagi tidur, ngobrol aja pake tulisan,, keren. jarang orang yang sadar kaya gini :D

Afi Wednesday, April 22, 2009 6:13:00 PM   Reply To This Comment

Ya Pak, takut ganggu orang tidur. :-D

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP