"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Izinkan Ku Pinta Maaf Mu

>> Monday, September 29, 2008

Detik-detik penantian telah tiba
Marilah kita menyapa dalam kabar
Hadapkan Idul Fitri dengan cinta dan kasih
Wujud syukur di hati nan fitri
Ikhlaskan hati untuk saling memaafkan

Selepas Ramadhan....
Semoga mutiara kesabaran, keimanan, dan mahabbah kepada Allah
Selalu terpatri dalam diri
Selaras dengan gelombang kehidupan
Yang tak selalu datar

Dalam lautan pasir ada karang
Luasnya samudra pasti ada buih
Sebesar kebaikan pasti ada salah
Sejuta kata pasti ada perih

Setiap mawar punya duri
Seperti halnya malam punya fajar
Ditulis dengan sepenuh hati
Berbingkai kebesaran jiwa


SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI 1429 H

Mohon Maaf Lahir dan Batin
Taqobalallah Minna Wa Minkum

Bogor, 28 September 2008

Lanjut membaca “Izinkan Ku Pinta Maaf Mu”  »»

Alma Malika Salsabila

Sembilan bulan kau di kandungnya
Sembilan bulan kau dinanti banyak orang
Sembilan bulan rajutan asa terbangun untukmu
Sembilan bulan... Ya, sembilan bulan

Untaian permata t’lah disiapkan untukmu
Untaian syukur akan mengiringi kelahiranmu
Untaian nama indah didedikasikan untukmu
Alma Malika Salsabila, namamu

Dik Alma sayang….
Saat moment itu menjadi sangat berarti
Hari pertama kau menghirup udara dunia fana
Saat moment itu sangat bermakna

Ya, Alma ku sayang….
Semua orang menunggumu
Dengan asa yang terukir dalam hati

Kala kau menangis untuk yang pertama
Itu adalah bahagia kami
Kala kau menangis semakin memburu
Itu adalah bahagia kami

Tapi... sayang....
Hanya sesaat kau menyapa kami
Hanya sekejap kau memperlihatkan senyum indahmu
Ya... hanya lima jam saja saying



Kini kau telah berada bersama-Nya
Allah terlalu sayang padamu, duhai Alma
Tak ingin kau terkotori oleh dunia ini
Ya... hanya lima jam di dunia
Abadi bersama-Nya


Nb: Didedikasikan untuk Muthia dan perempuan yang berhati lapang


Bogor, 27 September 2008

Lanjut membaca “Alma Malika Salsabila”  »»

Sudahkah Aku Berbakti?

Sembilan bulan kita berada dalam kandungan
Dengan penuh perjuangan ibu menjaga kita
Tak sedetikpun kita ditinggalkannya

Seorang ibu melahirkan dan membesarkan anaknya
Dengan penuh kesabaran
Tanpa pamrih sedikitpun

Sudahkah kita berbakti pada ibu?
Atau kita terlalu sibuk sampai terlupa?
Atau kita sudah merasa cukup membalas kebaikannya?

Ridho Allah tergantung ridho ibu
Jangan kau turuti jika dia memintamu berbuat maksiat
Namun tetaplah berbuat baik padanya

Sering perbedaan pendapat menjadi masalah
Carilah solusi tanpa menyinggung perasaannya
Perasaan orang terkasih lagi mulia


Nb: Didedikasikan untuk ibuku tersayang
Bu... maafkan anakmu yang sellau berbuat salah ini ya.



Tak pernah minta harta benda gantinya
Tak pernah minta disanjung dan dipuja
Yang diharapkan anaknya jadi hamba
Bagi Allah, ikuti Rasul-Nya

Ada Rahman dalam keluh kesahnya
Ada Rahim dalam harap cemasnya
Tiada sesal bagi putra-putrinya
Kecuali ingkari Tuhannya

Bogor, April 2004

Lanjut membaca “Sudahkah Aku Berbakti?”  »»

Rangkaian Kegiatan Ramadhan 1429 H

>> Tuesday, September 9, 2008

KAMMI Daerah Jakarta


23-24/8/2008-> Mabit Kader dan Tarhib-> Masjid Assyifa, Cikini

5/9/2008-> Ifthor Jama’i KAMMJA dengan Komsat-> KAMMJA, Tebet

8/9/2008-> Sahur bersama Ust. Hidayat Nur Wahid

13/9/2008-> Ifthor Jama’i dengan Warga-> KAMMJA, Tebet

14/9/2008-> Baksos dan Ifthor Jama’i dengan Dhuafa-> Condet

Tentatif-> Ifthor Jama’i dengan Adang Darajatun

Tentatif-> Ifthor Jama’i dengan Adang Darajatun

Ba’da Idul-> Fitri Halal bi Halal



Ramadhan Ceria with KAMMJA

Untuk Konfirmasi:
-PJ Umum à Firmansyah Manthovani (08128099667)
-Humas KAMMJA à Eric Setiawan (08551027784)

Lanjut membaca “Rangkaian Kegiatan Ramadhan 1429 H”  »»

Setetes Dahaga Ukhuwah Terpuaskan Sudah

(Ifthor Jama’i KAMMJA dengan Komsat)


5 September— Satu lagi moment yang memuaskan setetes dahagaku akan ukhuwah. Ya, ufuk senja Jumat itu seakan menjadi saksi kebersamaan yang kami rasakan. Bertempat di markas dakwah tercinta, yakni Sekretariat KAMMI daerah Jakarta, kami merenda kembali ukhuwah yang ada.

Saya tiba di KAMMJA, Dzuhur. Namun karena ikhwannya sedang melaksanakan shalat Jumat, saya transit di warnet terlebih dulu. Dikarenakan tidak bisa lewat. Kurang lebih pukul 13:00 saya menuju KAMMJA. Di sana sudah ada tiga orang pengurus akhwat yang sedang masak di dapur. Tak beberapa lama kemudian, datang lagi dua orang, yang ternyata baru pulang berbelanja. Bersama-sama kami menyiapkan semuanya hingga menjelang waktu berbuka. Walaupun sebenarnya saya tidak banyak membantu.

Penanggung jawab kegiatan ini adalah Departemen Kaderisasi KAMMI Daerah Jakarta, yang dinahkodai oleh Bapak Muhammad Suwanto, dibantu oleh rekan-rekannya: Faris, Shodikin, Yayat, Ilyas, Mba Nash, dan Mba Isti.

Kira-kira menjelang pukul 16:30-an kader Komsat mulai berdatangan. Ya, agenda saat itu memang diawali dengan Tatsqif, baru dilanjutkan dengan Ifthor. Setelah pembawa acara (MC) mengkondisikan peserta, acara Tatsqif pun dimulai. Tatsqif dengan tema ’Keimanan’ (Membina Kekuatan Iman) itu dibawakan oleh Ust. Nur Rahman, yang seyogyanya dibawakan oleh Ust. Hermansyah. Namun ada perubahan.

Ifthor kali ini boleh dibilang mengukir sejarah baru. Betapa tidak, jumlah peserta ikhwan lebih banyak daripada akhwatnya. Peserta ikhwan kurang lebih berjumlah 30-35 orang. Sedangkan peseta akhwat kurang lebih berjumlah 15 orang. Walaupun demikian, hal itu tidak mengurangi makna dari ukhuwah itu sendiri. Makna dari silaturahim yang kami rasakan saat itu. Kesibukan sebagian pengurus akhwat di dapur pun, itu sudah menjalin silaturahim, melalui aktivitas mereka di dapur, cengkrama-cengkrama ringan, sampai guyonan untuk melepas penat. Ternyata memang benar, kebersamaan itu indah. Terlebih lagi moment-moment seperti ini tidak bisa dirasakan setiap saat.

Senja sore itu menjadi saksi kebersamaan yang kami rasakan. Semoga kan selalu terpatri dalam hati.




Bogor, 08 September 2008


Nb: Untuk semua kader Komsat, tetap Semangat ya!

Lanjut membaca “Setetes Dahaga Ukhuwah Terpuaskan Sudah”  »»

Setetes Dahaga Ukhuwah Terpuaskan Sudah

(Ifthor bersama Teman Gank SMP)


4 September— Ketika itu, saya sedang berada di kamar, membaca sebuah buku. Tiba-tiba handphone saya berbunyi, lagu ’Indonesia Memanggil’ pun terdengar. Ternyata sms dari seorang sahabat saya waktu di SMP, Siti maemunah namanya. Namun saya dan teman-teman biasa memanggilnya Munah.

Munah mengajak saya untuk ifhtor jama’i (berbuka puasa bareng) dengan Tini. Mereka adalah teman se-gank waktu SMP. Ya, dulu saya memang punya gank yang bernama SALVIA Islands Peach. SALVIA sendiri diambil dari nama gank tiap personil. Sholenk, A-lank, Len-v, Vietzies, I-max, dan Asnex. Kami berenam sama-sama aktif di Pramuka.

Akhirnya saya menerima ajakan Munah untuk ifthor bersama mereka. Memang saat itu hanya ada tiga orang dari total enam orang. Namun hal itu sudah menghilangkan rasa kangen saya terhadap mereka, terhadap kebersamaan yang dulu pernah kami rasakan.

Di kafe ’Doel’ kami mengingat kembali kenangan yang ada. Memutar kembali cerita masa lalu. Sambil menunggu waktu berbuka, kami juga menceritakan aktivitas masing-masing. Senang, tentu saja. Karena moment seperti ini tidak bisa saya rasakan setiap saat.

Tak banyak yang berubah dari mereka. Munah tetap orang yang supel, ceria, gaul, dan bisa menghidupkan suasana. Sedangkan Tini, tetap dengan pembawaannya yang lembut, agak pendiam, dan kekanak-kanakan. Walaupun sudah jadi perawat. Memang tak banyak yang berubah dari kami.
Tiga setengah jam kami menghabiskan waktu bersama. Merajut ukhuwah. Mempererat ukhuwah yang sudah ada. Ya, pada hari itu memang setetes dahaga ukhuwahku, terpuaskan sudah.




Bogor, 08 Sepetember 2008

Lanjut membaca “Setetes Dahaga Ukhuwah Terpuaskan Sudah”  »»

Kue dari Pak Supir

2 September— Hari kedua puasa, saya pergi ke rumah seorang murid di daerah Depok, tepatnya di Grand Depok City (Kota Kembang). Jarak yang harus saya tempuh dari terminal Depok ke rumahnya, termasuk cukup jauh.

Saya sampai di rumahnya menjelang Dzuhur. Silaturahim dengan keluarganya. Dikarenakan urusan saya penting dan harus selesai hari itu juga, saya pun menunggu sampai selesai. Saat itu saya juga baru tahu, bahwa ternyata rumah murid saya itu lebih dekat jika ditempuh dari Cibinong. Oleh karena itu, saya pun memutuskan untuk lewat Cibinong ketika pulang.

Alhamdulillah, urusan saya selesai hari itu juga. Saya pulang dari rumahnya kira-kira pukul 17:25-an. Saya naik mobil jurusan Cibinong. Karena baru pertama kali naik angkutan itu, saya pun lebih banyak ngobrol bersama supirnya. Sehingga perjalanan yang saya lalui tidak terasa.

Kira-kira pukul 18:15, saya tiba di terminal Cibinong. Tentu saja dzan Maghrib sudah berkumandang. Saya pun sudah membatalkan puasa di mobil. Kemudian bergegas turun, menuju masjid, dan berganti mobil.

Mobil jurusan Cileungsi yang saya cari. Begitu saya naik, supirnya langsung berkata, “Buka, Neng.” Saat itu saya hanya mengucapkan terima kasih. Namun tiba-tiba supirnya menawarkan kue kepada saya. Awalnya saya menolak, karena saya sudah punya kue dalam tas. Tetapi akhirnya saya menerima juga. Praktis saya berbuka dengan kue dari pak supir. Saat itu saya pun teringat kalau di tas ada dua kotak kue dari orang tua murid saya. Akhirnya kue itu saya berikan kepada pak supir. Begitu pula dengan minuman.

Ya, buka puasa hari kedua memang saya lalui dengan pak supir. Pak supir sebuang angkutan umum jurusan Cibinong-Cileungsi. Pak supir yang menjadi teman ngobrol saya sepanjang perjalanan sampai pemberhentian terakhir.



***


Bogor, 06 September 2008

Lanjut membaca “Kue dari Pak Supir”  »»

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP