"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Bila

>> Tuesday, May 26, 2009


Bila Maaf berarti Maaf
Bila Terima Kasih berarti Terima Kasih
Bila Ukhuwah berarti Ukhuwah
Bila Cinta berarti Cinta
Bila Rasa Sayang berarti Rasa Sayang itu




Lanjut membaca “Bila”  »»

... diar yang t‘lah lalu....


Aku terpekur
Jiwa ini terhempas di tengah ombak
Hati ini tersudut di kehningan malam
Kesunyian hati terasa kini

Ingin ku berteriak
Bibir mungilku seakan mnjerit
Mengeluarkan protes-protes
Pada mereka

Seraya berkata... lantang
Aku....
... diar yang t‘lah lalu...

Kemudian kembali tegakkan wajah
Menatapnya penuh arti
Tubuh lunglai ini sekejap bangkit
Membusungkan dada

Seraya berkata... lantang
Aku....
...diar yang t‘lah lalu....

Dia datang kembali
Menawarkan sejuta pesona
Keindahan menari di pelupuk matanya
Tapi aku tak bergeming sudah

Seraya berkata... lantang
Aku....
... diar yang t’lah lalu....



Bogor, 25 Mei 2009




Lanjut membaca “... diar yang t‘lah lalu....”  »»

Narkoba di Berbagai Lini Kehidupan


Narkoba Di Depan Hukum
Hukum Indonesia sangat melarang setiap warga negaranya mengkonsumsinya, menyimpan, atau mengedarkan narkotika. Hal ini dilakukan dalam rangka menyelamatkan generasi bangsa, khususnya pemuda. Tidak hanya di Indonesia, pemerintah Negara manapun di dunia ini ini sangat melarang warga negaranya menggunakan narkotika melebihi ambang batas yang telah ditentukan.

Adapun narkotika boleh digunakan, apabila untuk kepentingan medis. Sudah tentu yang menggunakan adalah para ahli medis, missal dokter, suster, dsb.


Narkoba Di Depan Agama
Narkoba menurut agama Islam sangat diharamkan untuk dikonsumsi. Bahkan pada semua agana dan semua aliran kepercayaan di muka dunia ini, penggunaan narkoba pasti dilarang. Agama melarang umatnya (pengikutnya) untuk menjual, menyimpan, atau mengkonsumsi narkotika baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Hal ini dilakukan, karena narkotika dapat menghancurkan diri si pemakai, orang lain, maupun bangsa didunia ini.







Lanjut membaca “Narkoba di Berbagai Lini Kehidupan”  »»

Efek Fisik Penyalahgunaan Narkoba



Penyalahgunaan narkoba tentu memberikan dampak/efek buruk bagi fisik si pemakai, di antaranya adalah:



A. Teriping
Triping berasal dari kata bahasa inggris trip yang berarti perjalanan. Pada umumnya setelah menggunakan, secara tak sadar mereka mendapatkan pengalaman terutama perasaan dan halusinasi.

B. Gangguan pada alat tubuh
Zat ini merangsang dan kemudian memberi efek neurodegenerasi syaraf serotonegenik dan akan menimbulkan peningkatan aktifitas lokomotor. Kerusakan tersebut pada percobaan dengan hewan bersifat irreversible atau tidak dapat dipulihkan lagi seperti semula. Pada dosis tertentu mengakibatkan kejang – kejang, pupil mata membesar, reflek meningkat, mual, muntah, dan sekresi air mata dan air liur.

Dampak Penyalagunaan Narkoba


1. Kematian
Kematian terhadap penyalagunaan narkoba dapat terjadi karena over dosis karena kecelakaan.Kematian akibat over dosis dapat terjadi karena :
a.Beralih kepada penjual lain
b.Penyalagunaan yang telah sdembuh menggunakan kembali
c.Akibat kecelakaan lalu lintas

2.Menimbulkan berbagai banyak penyakit
Pada dasarnya narkotika, psikotropika dapat menimbulkan kerugian pada tubuh penggunanya. Menurut hal ini dapat diatasi dengan pemberian narkotika sesuai dengan penggunanya.

1.Addicting (ketergantungan)
a. Ketergantungan psikis (jiwa), keadaan seseorang selalu mempunyai keinginan untuk menggunakan barang tertentu.
b.Ketergantungan fisik, berati fungsi – fungsi badan dirasakan tidak sempurna jika pemakaian narkoba dihentikan.
c.Toleran, yaitu keadaan seseorang yang menghendaki atau menimbulkan dosis yang lebih banyak untuk menimbulkan efek yang sama .
d.Psikis, pada umumnya penyalagunaan narkoba dapat menimbulkan masalah kejiwaan.


Dampak buruk dari penyalagunaan narkoba lainnya
Timbulnya penyakit baru, pemakaian alat suntik secara bergantian dalam penggunaan narkoba telah membuat pemakainya merupakan kelompok yang berpitensi tinggi terkena penyakit AIDS dan Hepatitis C, seperti kita ketahui bahwa kedua penyakit tersebut belum ditemukan obatnya. Berdasarkan data yayasan Titihan Respati dan RSKO Fatmawati menyatakan :
Diperkirakan 5% penderita AIDS tertular akibat penyalagunaan narkoba, dan 80,2% pemakai di Jakarta terinfeksi Hepatitis C yang penularannya sebagian melalui jarum suntik.


Berdasarkan kutipan di atas disimpulkan penyalagunaan narkoba dapat memberi dampak yang lebih berat daripada dampak narkoba itu sendiri.
Dampak buruk bagi keluarga, adanya anggota keluarga yang menderita ketergantungan narkoba membuat suasana keluarga berubah menjadi tegang dan serba tidak senang. Suasana yang tegang dan tudak senang ini membuat keharmonisan keluarga menjadi terganggu seperti ; saling menyalahkan antara ayah dan ibu, harus menanggung aib keluarga, etika dan sopan santun penderita yang tidak terpuji (melawan orang tua) dan kehabisan harta benda karena ditukar dengan narkoba.

Dampak buruk bagi masyarakat, akibat buruk penyalagunaan narkoba secara fisik dan mental bagi setiap indifidu akan berhimbas pada kehidupan masyarakat lingkungannya. Karena individu – individu tersebut merupakan anggota dari masyarakat. Beberapa tindakan penderita dapat mempengarihi – mempengaruhi sendi – sendi kehidupan masyarakat, karena yang bersangkutan bisa nekat melakukan pencurian demi mendapatkan narkoba. Si pemakai biasanya juga terjerumus kedalam kehidupan “free sex” (sex bebas) yang tidak sesuai dengan tata karma dan adat istiadat masyarakat yang mensucikan suatu peningkatan.

Dampak lingkungan adalah timbulnya gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat seperti: menjalankan kendaraan dengan kecepatan tinggi , melakukan kejahatan di bawah pengaruh narkoba.

Dampak buruk bagi bangsa, dampak penyalagunaan Narkoba yang multidimensi akan mengancam dan membahayakan bangsa dan Negara. Bahaya yang timbul sebagai ancaman bagi bangsa dan Negara dimasa depan, antara lain ; Menurunnya sumber daya manusia, sehingga dapat membuat bangsa ini menjadi bangsa yang terbelakang, hilangnya rasa patriotnisme dan nasionalisme di kalangan masyarakat khususnya generasi muda, yang pada giliranya akan mudah dimanfaatkan demi kepentingan pihak – pihak tertentu yang akan menjadi ancaman terhadap ketahanan dan stabilitas nasional.



Lanjut membaca “Efek Fisik Penyalahgunaan Narkoba”  »»

Pengenalan Dini dan Faktor Pemakaian Narkoba


Pemakai narkoba, tingkat penyebaran narkoba yang semakain menghawatirkan, khususnya di kalangan remaja memberi petunjuk bahwa remaja berisiko tinggi atau rawan sebagai pengguna narkoba. Untuk menghindari penyalagunaan narkoba yang disebabkan oleh pergaulan yang keliru , ada baiknya untuk mengenal tipe – tipe penggunaan narkoba.

Menurut Dr. Sally Halim, Msc dalam seminar yang dipublikasikan dalam majalah gadis, menggolongkan tipe pemakai narkoba sebagai berikut :

1.Tipe coba – coba, pada umumnya pemakai tipe ini belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang narkoba. Alasan mencoba biasanya didorong rasa penasaran atau karena solideritas sesame teman dan dosis yang digunakan relative masi kecil.

2.Tipe rekreatif, pemakai ini memakai narkoba secara teratur dan lebih serius. Namun tipe ini memakai narkoba jika berada ditempat tertentu dan dalam situasi tertentu saja. Misalnya pada saat pesta atau saat di discotik.

3.Tipe situasional, pada pemakai tipe ini biasanya menggunakan narkoba pada saat menghadapi situasi yang sulit. Kecendrungan mereka dalam memakai narkoba sangat besar, misalnya pada saat stress, sedih, atau kecewa. Maka beranggapan bahwa jika memakai narkoba maka semua persoalan bisa teratasi atau masalah tidak akan dapat teratasi tanpa narkoba. Resiko kecenduan tipe ini lebih besar disbanding kedua tipe sebelumnya.

4.Tipe intensif, yang termasuk tipe ini, tingkat pemakaian sudah kronis dan dosis yang digunakan tergolong tinggi, tujuannya selain mencari kenikmatan, juga sebagai pelarian dari masalah yang sedang dihadapi.

5.Tipe pecandu, frekuensi pemakai narkoba tipe ini sudah sangat tinggi dan jenis yang dipergunakan sudah bermacam – macam. Ketergantungan sudah mulai mempengaruhi fisik dan mentalnya, misalnya sangat sensitive sering marah dan sering gelisah, dan pada akhirnya berinteraksi dengan orang yang ada disekitar lingkungannya.

Pengenalan Gejala Dini dan Pemakaian Narkoba
Pengenalan gejala dini pada pemakai narkoba sangat penting bagi keluarga dalam menanggulangi dan mencegah terjadinya penyalagunaan narkoba yang fatal dikalangan remaja. Adapun gejala tersebut antara lain :
1.Terdapat cirri khas pada tubuh penderita, seperti lingkaran hitam pada bagian bawah mata, lengan bekas suntikan atau luka akibat rajah.
2.Prestasi belajar menurun drastis
3.Berat badan menurun dan mengalami halusinasi
4.Terjadi perubahan sikap seperti : suka mencuri, menjual barang – barang untuk mendapat narkoba, tidak jujur dan suka berbohong, cepat tersinggung atau marah, hilangnya hawa nafsu makan dan selalu ingin minum saja.

Faktor Penyebab Pemakaian Narkoba


1.Faktor pribadi
Faktor pribadi yang rawan terhadap penyalagunaan narkoba menurut beberapa ahli jiwa meliputi:
a)Pribadi yang mudah frustasi,
b)Sulit bergaul,
c)Ingin dianggap hebat, dalam hal ini narkoba dianggap dapat menimbulkan rasa superior,
d)Ingin selalu mencoba – coba, dan-
e)yang mudah jenuh.


2.Faktor lingkungan

a. Lingkungan keluarga
Keadaan keluarga yang dapat mendorong anak berprilaku menyimpang antara lain: Kurangnya perhatian orang tua, ketidak lengkapan orang tua dalam keluarga, sikap orang tua yang selalu keras, sikap orang tua yang masa bodoh dan selalu memanjakan anaknya.

b. Lingkungan sosial

Pada garis besarnya faktor sosial yang dapat mempengaruhi dan penyebab penyalagunaan narkoba antara lain : Kurangnya penyuluhan bakat dan tenaga kerja para remaja secara teratur dan terarah terhadap kegiatan yang bermanfaat, adanya kemerosotan moral mental, dan iman dari orang dewasa, lemahnya aparatur Negara dalam hal pengawasan terhadap peredaran barabg terlarang.

c. Lingkungan budaya dari luar

Pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat di Indonesia terutama teknologi, komunikasi telah membuat pengaruh kebudayaan asing yang negative masuk ke Indonesia,beberapa contoh diantaranya, budaya pengguna narkoba dan free sex yang bisa dilakukan oleh sebagian masyarakat di negri maju ditiru oleh sebagian masyarakat Indonesia.

d. Faktor ekonomi

Adanya kemiskinan ditengah kemewahan masyarakat kota besar telah mendorong sebagian besar masyarakat untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar – besarnya dengan cara menjual belikan narkoba yang memang harganya sangat mahal.

Gejala Ketagihan Narkoba

- Tulang sekujur badan terasa sakit dan linu
- Otot terasa kaku
- Kepala seperti hendak pecah
- Tenggorokan berisi cairan kental
- Mata berair
- Hidung berair seperti kena fiu
- Terus menerus batuk
- Bulu kuduknya berdiri
- Tekanan darah tinggi
- Suhu tubuh jauh diatas normnl
- Perut terasa melilit
- Mencret – mencret tidak kendali
- Menggigil kedinginan
- Tidak berani menyentuh air
- Menyembunyikan diri dari lingkungan keluarga



Lanjut membaca “Pengenalan Dini dan Faktor Pemakaian Narkoba”  »»

Sebab-Sebab Penyalahgunaan Narkoba

Kenyataan menunjukan bahwa penyalagunaan narkotika tidak hanya dikalangan remaja, tetapi juga orang – orang dewasa dan lanjut usia. Seorang pysikiater, menyebutkan bahwa terdapat alas an yang melatarbelakangi penggunaan narkoba secara bebas, yang menjadi kebiasaan tersebut ialah:


A. Di kalangan Remaja
1.Untuk membuktikan keberanian dalam melakukan tindakan – tindakan berbahaya seperti mengebut, berkelahi sex bebas dsb.
2.Untuk melawan sesuatu otoritas ( orang tua / guru )
3.Untuk mempermudah penyaluran dan perbuatan sex menyimpang
4.Untuk melepaskan diri dari kesepian dan memperoleh pengalaman emosional ;
5.Untuk berusaha agar menemukan arti dari hidup di dunia ini ;
6.Untuk mengisi kekosongan dan perasaan bosan karena tidak mempunyai aktifitas yang cukup positif ;
7.Untuk menghilangkan rasa frustasi dan kegelisahan yang disebabkan adanya prablem yang tak kunjung teratasi ;
8.Untuk mengikuti kemauan teman dan memupuk rasa soledaritas sesama kawan ;
9.Karena didorong rasa ingin tau lalu melakukannya secara iseng.

B. Di kalangan Orang Dewasa
Menurut penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli menunjukan bahwa sebab orang dewasa menjadi pecandu narkotik adalah :
a.Penyakit kronis
Penyebab penyakit kronis atau gangguan jasmaniah yang kronis sehingga membutuhkan obat – obatan yang dapat sementara menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang dideritanya. Mula – mula ia memperoleh obat yang mengandung narkotika melalui resep dokter. Lama kelamaan sesudah habis ia memalsukan resep dokter dan berusaha membeli obat – obatan itu sebanyak – banyaknya.

b. Kebiasaan

Selain hal diatas tidak sedikit orang dewasa mengkonsumsi obat bius karena suatu kebiasaan. Mula – mulanya mungkin karena sakit, tetapi setelah penyakitnya sembuh ia akan tetap mengkonsumsi obat yang mengandung narkotik dengan alas an agar sakitnya tidak kambuh lagi atau ia merasa tidak enak badan jika pemakaian obat itu dihentikan.

c. Frustasi
Orang yang merasa tidak sanggup mengatasi problem berat yang sedang dialami dapat terjerumus pada pilihan membius diri dengan bahan narkotik sebagai pelarian. Pada saat permulaan ia menggunakan narkotika memang ia akan merasakan kenikmatanya terbebas dari kesulitan yang menghimpit jiwanya. Jika persoalan pokoknya tidak dapat teratasi atau ia merasa keenakan mengkonsumsi obat it, maka ia akan terus mengkonsumsinya tanpa diketahui kapan akan menghentikannya. Maka kalau ini terjadi maka ia akan menjadi pecandu yang permanen.

d. Doping di kalangan olah ragawan
Terdapat usaha untuk meningkatkan prestasi di kalangan olah ragawan dengan cara merangsang perkembangan otot dengan mempergunakan obat – obatan stimulas. Perbuatan ini sebenarnya sangat dilarang dan jika ketahuan dapat dijatuhi sangsi yang amat berat berupa pencabutan hak untuk bertanding, denda, pencabutan gelar dsb.Tetapiu para atlet masi saja banyak melakukan hal ini secara sembunyi – sembunyi.

C. Di kalangan Tentara
Dikalangan tentara sering sekali digunakan adalah morphine, Karena denagn cara mengkonsumsi ini mereka menghadapi masalah berat menjadi terasa ringan.Namun ini ditetapkan dengan pengawasan yang ketat sehingga penggunaanya yang sangat berlebihan menjadi pecandu permanen yang dapat di cegah.

D. Di kalangan Seniman
Di kalangan seniman atau artis ada banyak yang menggunakan obat – obatan ini. Sebagian mereka , selain dilatar belakangi oleh penghasilan yang melimpah, ada yang bermaksud untuk memperoleh tambahan kekuatan fisik, mental, rasa percaya diri, kesenangan dsb.

E. Di kalangan Pengemudi
Di kalangan pengemudi kendaraan besar memiliki rute jarak jauh, termasuk nakhoda kapal, ada yang menggunakan morphin dengan maksud untuk memperoleh daya tubuh, menghindari kelelahan dan kejenuhan. Tentunya hal ini sangat membahayakan jika pemakainya menjalankan kendaraan umum seperti bus yang membawa banyak penumpang dan relatif kecepatan tinggi.

Sebagaimana pernah terjadi peristiwa menabrak dan terbakarnya bus malam kramat jati di jalan tol cikampek – Jakarta ( 1996 ) yang menewaskan 30 orang penumpang dan 3 orang yang tertabraknya, diketahui pengemudinya memiliki ectasy. Juga tabrakan maut yang merenggut nyawa putri Diana yang terjadi di Prancis, pengadilan paris menyimpulkan bahwa penyebab terjadinya kecelakaan itu ialah pengemudi mobil yang membawa Lady Diana menjalankan mobil dalam keadaan mabuk.




Lanjut membaca “Sebab-Sebab Penyalahgunaan Narkoba”  »»

Narkoba dan Jenis-Jenisnya


Masa remaja penuh dengan kajian–kajian penting dalam hidup seseorang dan ikut menentukan perjalanan hidup pada masa selanjutnya. Masa remaja adalah masa yang penuh tantangan, dengan begitu remaja mempunyai keinginan untuk dihargai atau ‘dianggap ada’, keinginan itu sangat kuat pada diri remaja. Oleh karena itu berbagai cara dilakukan untuk menjadikan dirinya diakui sebagai anggota kelompok atau teman sebayanya yang dilakukan menyerempet ke arah negatif.

Salah satu cara negatif yang dilakukan oleh seorang remaja dalam memperoleh pengakuan teman – temannya adalah menggunakan narkoba, yang sudah sama-sama kita ketahui efeknya. Bukan hanya kecanduan (ketergantungan), tetapi juga merusak jasmani kita, membuat orang-orang di sekitar kita tidak nyaman, serta membuat emosi kita labil. Sehingga yang terjadi selanjutnya hanya akan merugikan diri kita.

Narkoba yang sering diistilahkan (narkotika, obat – obatan psikotropika dan bahan berbahaya) sebenarnya tidak begitu tepat, karena tidak semua psikotropika termasuk dalam obat – obatan. Sebagai contoh, ekstasi tidak dikatagorikan sebagai obat. Tanaman jamur wongkalung, yang bisa disebut sebagai blue ommelet, juga bukan obat. Jadi kita berpendapat lebih tepat penggunaan istilah NAPZA, yang berasal dari singkatan narkotika, pisikotropika dan zat adiktif lainnya. Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintesis maupun yang menyebabkan penurunan kesadara, Dan dapat menimbulkan ketergantungan.Dam psikotropika adalah zat atau obat alamiah maupun sintesis bukan narkotika yang bersifat psikoaktif melalui pengaruh slektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan mentaldan prilaku.


Jenis-jenis Narkoba:

1. Candu
Candu adalah getah tanaman papayer somnifrum. Tanaman ini dapat dipelihara dan diperkebunkan. Termasuk tumbuhan semak, tingginya antara 70 sampai 110 cm. Berbunga merah dan unggu. Pohon ini berdaun lebar, bertangkai besar.

2. Morphine
Morphine adalah zat utama yang berhasiat narkotika yang terdapat pada candu mentah. Ia sebagai salah satu alkaloid yang terdapat pada candu mentah yang diperoleh dengan jalan mengelolahnya secara kimiawi. Biasanya dalam bentuk bubuk atau serbuk, cairan, dan balokan.

3. Heroin
Heroin empat kali lebih addicting dari pada morphine. Oleh karena itu America heroin merupakan obat yang terlarang, tidak diperbolehkan dipergunakan dalam pengobatan, diimpor, maupun diproduksi.

4. Ganja
Nama lain ganja adalah marijuana. Di Indonesia tanaman ganja tumbuh subur, terutama didaerah Aceh, dan Sumatra selatan.

5. Cocaine
Tanaman ini dapat tumbuh di wilayah beriklim tropis. Nama lain dari tanaman ini adalah enryhoxyion coca. Ia termasuk tanaman perdu, tidak berduri dan dapat mencapai katinggian 2 meter. Barang ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih, cairan warna putih atau bening, tepung dengan warna putih, tablet dengan warna putih.





Lanjut membaca “Narkoba dan Jenis-Jenisnya”  »»

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP