"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Implementasi Prinsip Gerakan KAMMI dalam Sospol Indonesia via Kacamata Epistemologis

>> Monday, August 18, 2008

“Hai Orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah s.w.t. dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang diperbuatnya untuk hari esok.

Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. Al-Hasyr : 18)



Sebagaimana kita pahami bersama, kampus adalah wadah yang paling strategis bagi pencetak kader-kader pemuda harapan Islam dan Bangsa. Dalam Islam pemuda memiliki peran sebagai leader, agent of change, iron stock, dan masih banyak lagi peran pemuda yang lainnya. KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) merupakan salah satu washilahnya. Kelahiran KAMMI merupakan bentuk realisasi dari perlawanan masjid kampus.

Di era laptop ini, tantangan yang menghadang KAMMI semakin besar.Seiring dengan perkembangan zaman. Karena pada hakikatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) senantiasa berbanding lurus dengan tantangan yang harus dihadapi. Tentu saja tantangannya semakin global dan kompleks. Hal ini juga menjadi warna baru bagi Indonesia. Mengingat statusnya sebagai negara berkembang, Indonesia harus bisa membuktikan identitas dan eksistensi dirinya. Tantangan yang harus dihadapi Indonesia terjadi di berbagai lini kehidupan. Di antaranya sebut saja kondisi sosial politik di Indonesia. Lantas apakah Prinsip-prinsip Gerakan KAMMI bisa diimplementasikan untuk mengubah kondisi sosial politik Indonesia?



KAMMI lahir pada 29 Maret 1998 di Universitas Muhammadiyah Malang sebagai organisasi kemasyarakatan kemahasiswaan ekstra parlementer, di tengah-tengah keterpurukan bangsa. Kelahiran KAMMI merupakan realisasi dari geliat perlawanan masjid kampus. KAMMI mengusung asas Islam sebagai ideologinya dan enam prinsip gerakan, yang secara epistemologis berasal dari pergerakan Ikhwanul Muslimin.

Bergerak bersama Ikhwanul Muslimim merupakan suatu keharusan bagi setiap muslim zaman ini untuk menegakkan berbagai kewajiban, meskipun dia mempunyai aliran Islam sendiri. Karena untuk mewujudkan tujuan Islam diperlukan amal jama’i (kerja kolektif), termasuk KAMMI.

Tidak bisa dipungkiri, bahwa KAMMI ‘berkiblat’ pada pergerakan Ikhwanul Muslimin (IM) yang juga menganut berasaskan Islam. Hal ini dideskripsikan oleh Hasan Al-Banna dalam bukunya yang berjudul ‘Risalah Pergerakan Ikhwanul Muslimin’. Hasan Al-Banna mengatakan,

Dakwah kami adalah dakwah yang hanya dapat dilukiskan secara integral oleh kata ‘Islamiyah’. Kata (islamiyah) ini mempunyai makna yang sangat luas., tidak sebagaimana yang dipahami secara sempit oleh sebagian orang. Kami meyakini bahwa Islam adalah sebuah system nilai yang komprehensif, mencakup seluruh dimensi kehidupan. Dia memberi petunjuk bagi kehidupan manusia dalam semua aspeknya, dan menggariskan formulasi sistemik yang akurat tentang hal itu. Ia sanggup memberi solusi atas berbagai masalah vital dan kebutuhan akan berbagai tatanan untuk mengangkat harkat kehidupan manusia.



KAMMI berpegang teguh terhadap prinsip gerakan yang menjadi rambu-rambu perjalanannya. Hingga kini KAMMI tetap konsisten dengan ideologinya, yaitu Islam (Al-Quran dan As-Sunnah). Ideologi ini termanifestasikan dalam performansi aktivis KAMMI secara personal maupun organisasi, dalam hal-hal yang bersifat teknis (lapangan), dan juga dalam prinsip gerakan KAMMI yang senantiasa dipegang teguh oleh para aktivisnya.

Adapun prinsip gerakan KAMMI adalah sebagai berikut:

1 Kemenangan Islam adalah Jiwa Perjuangan KAMMI.

2. Kebatilan adalah Musuh abadi KAMMI.

3. Solusi Islam adalah Tawaran Perjuangan KAMMI.

4. Perbaikan adalah Tradisi Perjuangan KAMMI.

5. Kepemimpinan Umat adalah Strategi Perjuangan KAMMI.

6. Persaudaraan adalah Watak Muamalah KAMMI.

Jika keenam prinsip gerakan KAMMI dikaitkan dengan kondisi sosial politik Indonesia, prinsip-prinsip tersebut masih sangat relevan. Adapun implementasinya adalah sebagai berikut:

1. Kemenangan Islam adalah Jiwa Perjuangan KAMMI.

Prinsip ini dapat diimplementasikan guna mengubah kondisi Indonesia. Karena apabila kemenangan Islam (hakiki) sudah tercapai, maka keadilan dan kesejahteraan tentu tumbuh subur di Negara kita. Bukan sebaliknya, korupsi yang tumbuh subur dan terus dipupuk, bahkan dipelihara.

2. Kebatilan adalah Musuh abadi KAMMI.

Pada prinsip yang kesatu, KAMMI menjadikan kemenangan Islam sebagai jiwa perjuangan KAMMI. Oleh karena itu, menjadikan kebatilan sebagai musuh utama (abadi) adalah suatu keharusan. Karena selama kebatilan tetap bercokol di Indonesia, sudah tentu konsisi sosial politik yang didamba-dambakan tidak akan tercapai.

3. Solusi Islam adalah Tawaran Perjuangan KAMMI.

Selain Islam dijadikan jiwa perjuangan, KAMMI juga menawarkan Islam sebagai solusi (Islam is Solution). Solusi Islam merupakan formula yang tepat untuk menciptakan kehidupan sosial politik yang lebih baik. Karena Islam senantiasa mengutamakan kemaslahatan umat.

4. Perbaikan adalah Tradisi Perjuangan KAMMI.

KAMMI juga menjadikan perbaikan (Ishlah) sebagai tradisi perbaikan. Dari pernyataan ini, tentu kita sudah bias menebak bahwa KAMMI selalu ingin dan ingin melakukan perbaikan. Jika hal ini diimplementasikan, sudah dapat dipastikan akan terjadi perbaikan masal di segala lini kehidupan, termasuk sosial politik.

5. Kepemimpinan Umat adalah Strategi Perjuangan KAMMI.

Dari era 1945 hingga kini, belum ada pemimpin yang benar-benar dapat mengayomi dan mensejahterakan penduduk Indonesia. Dari Soekarno yang memiliki retorika bagus sampai SBY yang menguasai berbagai bahasa (multi language), belum ada yang menjadi sosok pemimpin dambaan umat.

Berpegang pada Al-Quran (Universal) dan Sunnah, KAMMI memiliki rumusan khusus sebagai criteria pemimpin. Jika prinsip ini diterapkan, niscaya akan lahir seorang pemimpin harapan agama, bangsa, dan Negara.

6. Persaudaraan adalah Watak Muamalah KAMMI.

Membuat kotak-kotak dalam berinteraksi dan mendiskriminasikan sesama manusia, sudah mendarah daging dalam kehidupan sosial di Indonesia. Sebut saja interaksi si Kaya dan si Miskin, dibatasi oleh tembok pembatas yang sangat tebal dan tinggi (bahkan tembok China kalah saing). Walaupun tembok pembatas ini tidak dapat dilihat secara kasat mata.

Jika prinsip keenam (prinsip terakhir) KAMMI ini diimplementasikan tentu tidak ada lagi perbedaan-perbedaan seperti itu.



Selain memikirkan nasib Indonesia, KAMMI juga tidak melupakan hak para kadernya. Hal ini difasilitasi oleh Departemen Kaderisasi, yang membuat formula untuk para kadernya. Mereka diberikan suntikan ilmu pengetahuan dari berbagai bidang, termasuk tsaqofah Islamiyah. Mereka juga diberikan gizi dan suplemen ruhiyah, agar dapat menjalankan amanah dakwah dengan baik.

Terkait dengan peningkatan intelektualitas para kader, prinsip gerakan KAMMI juga mengambil peranan. Jika mereka mau mempelajari, menggali, dan mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari, niscaya intelektualitas mereka akan meningkat. Wallahu’alam

2 comments:

faisol Monday, September 15, 2008 3:09:00 PM   Reply To This Comment

terima kasih sharing info/ilmunya...
selamat Berpuasa... semoga segala ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin...

saya membuat tulisan tentang "Bagaimana Menjadi Khatib Efektif?"
silakan berkunjung ke:

http://achmadfaisol.blogspot.com/2008/08/bagaimana-menjadi-khatib-efektif-1-of-2.html

tulisan ini ttg : teknik berpidato/retorika/khithabah & dakwah (bukan sekadar berkata-kata)...

semoga Allah menyatukan dan melembutkan hati semua umat Islam, amin...

salam,
achmad faisol
http://achmadfaisol.blogspot.com/

Alfi Tuesday, September 16, 2008 10:03:00 AM   Reply To This Comment

Sama-sama ya Pak. Amiin.

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP