"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Lagi-Lagi Facebook

>> Monday, October 19, 2009


Facebook atau lebih akrab dikenal dengan FB, bukanlah kata yang asing di telinga kita. Mulai dari ABG (Anak Baru Gede) sampai AKG (Anak Kelewat Gede alias orang tua kita). Dalam sekejap, FB memang mampu menyihir semua orang. Mulai dari yang kerjanya nge-net sampai yang baru nge-net. Tak peduli tidak bisa caranya kirim email, yang penting punya FB.

Saya jdi teringat ketika berlibur ke Jawa, tiga bulan lalu. Hampir setiap hari, sekitar pukul 07:00 sampai 08:00-an, agenda saya menemani teman tante saya ke warnet. Perkenlan kami tidak direncanakan. Kami bertemu ketika ibu dua orang anak ini sedang mengantar anaknya privat ke rumah tante. Entah bagaimana ceritanya, akhirnya dia ‘meminjam’ saya untuk menemaninya. Ternyata dia minta diajarkan membuat FB. Karena dia belum memiliki email, maka kami pun membuatnya terlebih dulu. Setelah FB sudah jadi, saya tanya, “Mana id teman-teman yang mau di-add?” Lalu dia menjawab tidak ada. Dia pun menyebutkan alamat almamater sekolahnya, namun tetap tidak ada yang dikenal. Kami pun pulang dan menyusun agenda berikutnya. Saya kagum dengan semangatnya, walaupun sudah berumur, rasa ingin tahunya besar.

Sepenggal kisah di atas, sering saya temui. Teman-teman minta dibuatkan FB, tetapi belum memiliki email dan tidak tahu id teman-teman yang mau di-add/di-invite. Meskipun begitu, saya senang dapat membantu mereka. Tentu saja saya juga tidak terlepas dari pertanyaan teman-teman saya, Alamat FB mu apa? Minta alamat FB-nya dong? Punya FB ngga? Fi, alamatnya apa? Ukht, alamatnya apa? Pertanyaan-pertanyaan serupa sering mampir di telinga atau telepon seluler saya. Kalau sudah begitu, saya jadi sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka, yang tak puas dengan jawaban, ana belum tertarik, ana belum minat. Selanjutnya, ada-ada saja polah mereka. Ada yang mau membuatkan, ada yang menyuruh membuat, dsb. Dalam email pun hamper setiap hari ada invite FB dari teman-teman.

Ya, sampai tulisan ini diposting, saya memang belum memiliki FB. Alasannya tetap sama, belum tertarik. Saya sama sekali tidak antipati terhadap jaringan pertemanan tersebut, hanya saja belum ingin membuat akun di dalamnya. Lagipula, tidak antipti bukan berarti harus gabung kan….

0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP