"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Halal Bihalal Ikabi, re-Connect Ukhuwah

>> Monday, October 19, 2009

(Episode: Gresik Punya Cerita)


Lebaran kemarin, saya sekeluarga berkesempatan mudik ke kampung halaman (Gresik). Orang tua saya sudah di sana sejak 13 September. Sedangkan saya dan adik, baru tiba Lebaran pertama menjelang Maghrib. Saya berada di sana kurang lebih seminggu. Waktu yang singkat itu, aya pergunakan untuk silaturrahim kepada keluarga di sana. Baik yang di Sedayu, Tubanan, Mojokerto, dan yang di Tuban, serta sowan ke rumah teman-teman (walaupun tidak semua).

Pad 6 Syawal, kami mendapat undangan Halal Bihalal Ikabi. Oleh karena itu, Pagi hari sebelum kepulangan kami ke Bogor, kami menghadiri Halal bi Halal Ikabi. Ikabi merupakan akronim dari Ikatan Keluarga Bani Isma’il. Saya sendiri tidak tahu pasti siapa Mbah Isma’il itu. Bertanya kepada keluarga pun tidak terlalu memberikan hasil. Mereka hanya bilang, Mbah Isma’il itu ialah orang yang membangun Mushola Isma’il di Mriyunan Tengah, Sedayu-Gresik, begitu katanya. Tujuan didirikannya Ikabi yaitu untuk mengikat seluruh keluarga keturunan Mbah Isma’il.

Ukhuwah Islamiyah diibaratkan jaringan informatika dalam sebuah internet. Pasti ada masanya terkena virus/error. Jika sudah demikian, tentu perlu adanya reconnect/reinstallation. Sama halnya dengan Ukhuwah Islamiyah, pasti ada masanya komunikasi terputus. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut, di antaranya domisili yang berbeda-beda sehingga mengakibatkan jarak, terputusnya kontak, dan sudah tutup usia. Selain itu juga semakin tahun, semakin sulit mendatangi satu per satu. Oleh karena itu untuk memperbaharui ikatannya, dbuatlah acara yang dikemas dalam Halal Bihalal satu tahun sekali, setiap awal Syawal. Tempatnya bisa berubah-ubah. Kadang di Malang, Surabaya, Ujung Pangkah, Bunderan atau Mriyunan. Tergantung kesepakatan panitia.

Kegiatan kemarin merupakan Halal Bihalal Ikabi ke-34. 99 keluarga yang tercatat sebagai peserta, hadir berserta keluarganya. Praktis peserta yang hadir mencapai 600-an. Layaknya kegiatan pada umumnya, kegiatan ini juga menelan biaya yang tak sedikit. Kocek sebesar 12 jutaan turut menyokong suksesnya kegiatan yang dilaksanakan dari pagi sampai Dzuhur ini. Hmm… cukup besar bukan? Lantas dari mana uang itu berasal? Tenang-tenang, di sini tidak ada praktik korupsi ko. Uang itu terkumpul dari iuran wajib peserta (yang mampu) yang disetorkan setiap tahunnya. Ya, peserta memang disodori kertas isian kesanggupan menjadi donator tetap. Mulai dari 40 ribu sampai tak terhingga. Ya, misalkan bagi Anggota Dewan DPR/MPR RI dari Ujung Pangkah (Demokrat), tentu tidak mengambil bagian yang minimal dong. Dalam kegiatan kemarin junga hadir peserta Ikabi dari Bali.

Susunan acara Ikabi tidak berbeda jauh dengan kegiatan pada umumnya, yaitu:
Pembukaan: Pembacaan Qur'an
Sambutan-sambutan:
1. Panitia
2. Wakil wilayah: Ujung Pangkah dan Malang
3. Ketua Ikabi
Istirahat
Pembagian dana sosial kepada kaum Dhua’fa
Doa & penutup

Apa yang dilakukan manusia, tentu sangatlah jauh dari kesempurnaan. Walaupun peserta yang hadir ratusan, namun tidak semua orang dapat bertegur sapa. Ditambah lagi posisi kursi yang semua menghadap ke depan. Praktis peserta yang hadir hanya dapat mengobrol sama orang sederetnya, depan, dan belakangnya saja. Kalau dengan yang posisinya jauh, paling hanya bisa mengucapkan salam dan senyum sekadarnya. Apapun itu, semoga Ikabi ini tetap eksis menjalin silaturrahim para pesertanya.

0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP