"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Karangan

>> Wednesday, February 4, 2009

Karangan merupakan rentetan kalimat-kalimat yang berkaitan satu sama lain sehingga terbentuk maksud yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. Hal ini sejalan dengan pendapat A. Widiyamartaya yang menyatakan bahwa karangan adalah ungkapan kandungan jiwa manusia yang hendak disampaikan kepada orang lain dan akinat proses berpikir. Pendapat tersebut menjelaskan bahwa karangan merupakan hasil dari proses bernalar yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Menurut Naning Pranoto, sebagai pengarang kita memang harus memikirkan eksistensi pembaca. Mengapa demikian? Karena sebelum menulis kita lebih dulu berrtanya: kita akan menulis apa? Menulis untuk siapa?. Kita menulis untuk pembaca. Kita harus selalu menyadari, perbuatan menulis adalah melakukan suatu pekerjaan untuk orang lain. Para pembaca yang menilai apakah karya kita baik atau tidak. Penilaian ini bisa terungkap bila bahasa yang kita pergunakan untuk menulis memang dipahami oleh para pembaca karya kita. Pendapat ini menjelaskan bahwa untuk bisa menulis karya yang berbobot, seorang pengarang dituntut memiliki akar dan wawasan mengenai materi yang ditulisnya atau dijadikan objek tulisannya.

Banyak pengarang pemula yang mengeluh, sungguh sulit untuk memulai mengarang. Ini hal yang wajar, oleh karena itu tak perlu dikhawatirkan dan ditakutkan.
Mengapa demikian? Karena proses mengarang bukan seperti membangun rumah atau katakanlah membuat kue, yang cukup memerlukan keterampilan dengan berpedoman pada aturan (resep) yang baku.

Karangan dapat dibedakan atas beberapa macam penggolongan (klasifikasi) yaitu karangan prosa dan karangan puisi. Dapat pula dibedakan atas karangan fiksi dan non fiksi. Dan masih banyak lagi, sesuai dengan kebutuhan pengarang.

Berdasarkan hal di atas dapat disimpulkan bahwa kita harus konsisten dan konsekuen dengan dasar penggolongan yang dipilih. Seperti pada penggolongan berikut ini: ada empat macam bentuk yaitu bentuk narasi (cerita), bentuk deskripsi (lukisan), bentuk eksposisi (paparan), bentuk argumentasi (gagasan), dan persuasi (ajakan).


0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP