"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Supir Bajaj Juga Ngihwan Lho

>> Friday, July 25, 2008

09 Juli— Rabu malam, kira-kira pukul 22:00-an, saya dan seorang teman naik bajaj. Kami menunggu di depan jalan Tebet Barat Dalam V. Saat itu saya bermaksud ke rumah teman saya itu, untuk mengambil beberapa barang, karena esoknya pagi-pagi sekali saya harus mendampingi teman-teman GAMIS (Malaysia) ke Bandung selama tiga hari.

Walaupun rumah teman saya sama-sama di Tebet, perjalanan yang harus kami tempuh tidak bisa dibilang dekat. Dengan diiringi getaran khas mesin bajaj, kami ngobrol sepanjang perjalanan. Cerita-cerita lucu membuat kami tak jarang tergelak. Namun, tiba-tiba semuanya terhenti seiring berhentinya mesin bajaj di Taman Tebet (temanku menyebutnya Hutan Tebet). Rasa was-was pun seketika menghampiri kami.

Supir bajaj pun turun, lalu melihat sumber masalahnya. Sebelumnya, dia berkata kepada kami, “Sebentar ya, Neng.” Saya dan teman saya hanya berpandangan dan terdiam. Kekhawatiran mulai menyergap perasaan kami. Ditambah lagi tempat itu sepi.

Perasaan kami kian tak menentu dan untuk mengalihkannya, saya mulai mengamati sekitar. Sampai mata saya sekilas menangkap sosok supir bajaj dengan dandanan ala ikhwan. Dalam hati saya berkata, “Supir Bajaj-nya ikhwan.” Dengan maksud memecah keheningan, saya menyampaikan pendapat itu kepada teman saya. Dan seketika itu juga kami pun tertawa.

Alhamdulillah, akhirnya bajaj itu hidup kembali. Kami pun melanjutkan perjalanan. Dengan masih senyum-senyum, kami menikmati kembali getaran khas bajaj. Entah kenapa, supir bajaj itu pun ikut tersenyum.

Setelah menyusuri jalanan Tebet, bajaj pun berhenti tepat di depan Pasar PPSPT. Kemudian kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Sesampainya di rumah teman saya, saya mengambil beberapa barang yang diperlukan. Karena segala sesuatunya dirasa cukup, saya pun kembali ke Tebet Barat Dalam VA dengan menggunakan bajaj. Namun, perjalanan kali ini tak ada obrolan. Apalagi gelak tawa. Yang ada hanyalah keheningan malam berpayungkan langit kelam.

***


Bogor, 18 Juli 2008


0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP