"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

Pernyataan Sikap Muslimah KAMMI

>> Saturday, January 2, 2010

MENUNTUT JAMINAN HAK HIDUP WARGA NEGARA KELAS DUA

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) Indonesia termasuk kategori paling tinggi di Asia (data LIPI). Setiap tahun, karena berbagai sebab, tidak kurang dari 15.700 perempuan di Indonesia meninggal dunia selama proses kehamilan dan kelahiran. Tahun 2002 kematian ibu melahirkan mencapai 307 per 100.000 kelahiran. Angka ini 65 kali kematian ibu di Singapura, 9,5 kali dari Malaysia. Bahkan 2,5 kali lipat dari indeks Filipina. Bahkan, Indonesia kalah dibandingkan Vietnam, Negara yang belum lama merdeka, yang memiliki AKI 160 per 100 ribu kelahiran hidup, padahal di negara maju AKI adalah 20 per 100 ribu kelahiran hidup.”


Kebanyakan kasus kematian ibu hamil dan melahirkan terjadi di daerah-daerah yang belum mempunyai cukup akses informasi mengenai kesehatan dan reproduksi seperti Papua, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. Menurut Direktorat Bina Kesehatan Ibu Depkes RI (2008), rata-rata, 10 % ibu di Indonesia tidak pernah memeriksakan kandungannya ke petugas kesehatan dan 30 % ibu di Indonesia tidak melahirkan di dokter atau bidan. Mereka lebih memilih untuk melahirkan di dukun. Berdasarkan data dari Depkes (2008), 70% ibu hamil yang mengalami komplikasi tidak tahu harus ke mana ketika mengalami hal itu. Sementara itu, 30 % sisanya belum tentu tertolong ketika datang ke petugas medis di daerah-daerah. Hal ini karena keterbatasan alat dan keahlian serta pengetahuan yang dimiliki oleh tenaga-tenaga medis di daerah terpencil.

Melalui aksi peringatan Hari Ibu, yang jatuh pada hari ini 22 Desember 2009, dengan tema “Gerakan Sayang Ibu”, PP KAMMI Bidang Muslimah mendorong pemerintah dan masyarakat lebih meningkatkan kepedulian dan kesadaran terhadap ibu, terutama pada Kesehatan Reproduksi Perempuan. Berdasarkan informasi kesehatan, kematian ibu yang utama disebabkan oleh pendarahan, tingkat yang kedua adalah eklampsia--keracunan pada masa kehamilan akibat komplikasi penyakit seperti darah tinggi dan gangguan ginjal, lalu infeksi. Semua hal ini bertanggung jawab terhadap hampir 70 persen kematian ibu yang merupakan penyebab langsung. Aborsi tidak aman, juga memberi porsi pada angka kematian ibu. Resiko kematian ibu melahirkan juga diperburuk dengan adanya penyakit yang mungkin diderita ibu hamil seperti tuberkulosis, HIV/AIDS, anemia, dan malaria. Laporan Depkes mengatakan, prevalensi anemia pada ibu hamil masih sangat tinggi, yaitu 51 persen. Ditambah lagi dengan daftar kemiskinan yang ternyata penyebab utama alasan masyarakat menomorduakan kesehatan.

Kesehatan ibu merupakan salah satu bagian dalam rangka membentuk dan melahirkan generasi yang berkualitas. Berdasarkan data di atas, Muslimah KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) menyatakan sikapnya bahwa :

1. Pemerintah harus bertanggung jawab terhadap penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) melalui perhatian khusus terhadap Kesehatan Reproduksi Perempuan.

2. Pemerintah bertanggung jawab terhadap pengalokasian dana bagi penyediaan gizi ibu hamil pada RAPBN.

3. Pemerintah wajib menjamin ketersediaan sarana informasi, edukasi dan sarana pelayanan kesehatan reproduksi yang aman, bermutu, dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

4. Pembuatan kebijakan untuk mempermudah masa kehamilan dan kelahiran bagi para ibu (Making Pregnancy Safer/MPS), yang terpusat dan diturunkan ke seluruh daerah.

5. Bertanggungjawab menjamin tersedianya sumber daya di bidang kesehatan yang adil dan merata bagi seluruh masyarakat untuk mencapai derajat layanan kesehatan yang optimal.

6. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk peduli terhadap kesehatan reproduksi perempuan.

Berikanlah yang terbaik untuk seluruh perempuan Indonesia, apabila kualitas kesehatan perempuannya baik, maka baik pulalah generasi pemuda - pemudi selanjutnya dengan segala kebaikan untuk memimpin bangsa ini.



Jakarta, 22 Desember 2009

Ketua PP KAMMI Bidang Muslimah



Apriliana, S.Pd., M.Si.


(081 388 77 4847)

0 comments:

Post a Comment

Silakan masukkan komentar Anda. Jangan melakukan spam, gunakan bahasa yang sopan. Admin akan memeriksa komentar yang masuk. Terima kasih. :-)

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP