"Save Our Palestine... Save Our Palestine... Save Our Palestine" "Please Pray for Palestine...."

bisnis syariah

html stats

Glitter Words
Glitter Words


Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

'Air Selokan'

>> Saturday, December 14, 2013

Oleh : Sapardi Djoko Damono

“Air yang di selokan itu mengalir dari rumah sakit,” katamu pada suatu hari minggu pagi. Waktu itu kau berjalanjalan bersama istrimu yang sedang mengandung

– ia hampir muntah karena bau sengit itu.

Dulu di selokan itu mengalir pula air yang digunakan untuk memandikanmu waktu kau lahir: campur darah dan amis baunya. Kabarnya tadi sore mereka sibuk memandikan mayat di kamar mati.

Senja ini ketika dua orang anak sedang berak di tepi selokan itu, salah seorang tiba-tiba berdiri dan menuding sesuatu:

“Hore, ada nyawa lagi terapung-apung di air itu — alangkah indahnya!”
Tapi kau tak mungkin lagi menyaksikan yang berkilau-kilauan hanyut di permukaan air yang anyir baunya itu, sayang sekali.

Perahu Kertas,

Kumpulan Sajak,

1982.


Lanjut membaca “'Air Selokan'”  »»

Buku Apakah Aku???

>> Wednesday, May 11, 2011

Aku adalah sebuah buku yang tercetak indah
Untuk mengetahui namaku, inilah petunjuknya

Beraneka dalam sampulnya dan terjilid rapi
Di hati Muslim, aku jarang ditemukan
Tinggi di rak, tersimpan daku
Terlupakan di sana, terbengkalai daku

Dengan takzim,
aku memang mendapat banyak 'ciuman'
Unsur utamaku, mereka 'luput' dapatkan

Dengan suara merdu, mereka membacaku
Mengabaikn pesan, dalam diriku

Terkadang, aku dipakai untuk sumpah palsu
Manfaatku yang sebenarnya sangat,
sangt langka

Sebuah mukjizat, itulah aku,
Yang dapat mengubah dunia
Yang orang harus lakukan
adalah memahami pesanku

Aku mempunyai hikmah
mempunyai harta yang berharga
Sedemikian melimpah, sampai tak terukur

Akulah pemandumu menuju juru selamatmu
Namun siapakah itu yang mengikuti seruanku

Yang benar, bukan yang salah, adalah reputasiku


Alquran Suci adalah namaku


Sumber: Novel 'Cinta yang Terlambat'

Lanjut membaca “Buku Apakah Aku???”  »»

Muhammad dalam Memori

>> Saturday, August 28, 2010

Saat kegelapan menyelubungi dunia
Kebejatan, kebobrokan merajalela
Kebuasan hukum rimba
Melanda umat manusia

Lahirlah engkau Muhammad putra Abdullah
Dari rahim seorang bunda Aminah
Di gurun tandus dalam ancaman
Abrahah

Yang datang menyerang bersama
pasukan gajah
tuk merebut bangunan suci Ka'bah
Pada dua belas Rabiul Awal
tahun Hijriyah

Getar senyumanmu mencairkan duka
sang bunda
Yang ditinggal suami tercinta
ke alam baqa
Tutur-katamu mengtebu merasuk sukma
Membuka tirai pekatnya kalbu manusia
Bagai terbiasnya malam gelap-gulita
Oleh munculnya mentari di ufuk sana
Menimpa ... dan menyinari ... mayapada

Bersama iman yang menancap dalam dada
Kau sebarkan benih-benih taqwa
Penghapus debu dekilnya api durjana
Yang menyeliputi tiap diri manusia
Tanpa peduli onak-duri, aral merintang
di hadapannya

Butir-butir mutiara ajarannya
laksana cahaya pelita
Memancar di depan penjuru dunia

Dan ...
Tatkala ditawarkan pada junjungan kita
Tentang kesenangan, kemewahan dan
kenikmatan dunia
Agar kau mandek menyampaikan risalah
kebenaran Tuhan Esa
Dengan mantapnya engkau berkata:
"Meskipun mentari kau letakkan di tangan
kananku
dan rembulan di tangan kiriku
ku kan tetap melaksanakan dakwahku
hingga ajal merenggut diriku"

Semangat juang diwarisi angkatan tua
hingga angkatan muda
yang dambakan adil makmur sentosa
Dengan ridlo sang maha pencipta
Karna kaulah manusia tauladan ...
pemimpin dunia


Karya: Agus Amirudin WR (Margasari)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat




Lanjut membaca “Muhammad dalam Memori”  »»

Kasih Sayang Ibu

Ibu kau pembimbing kami
Kasih sayangmu kepada nakmu sungguh besar
Sungguh besar jasamu ibu
Kau pembimbing putra-putrimu

Ibu aku dibimbing sampai besar sungguh
mulia jasamu
Ibu akan kubalas jasamu dengan kebaikan
Ibu kan melahirkan aku dari kecil sampai besar
Kasihan kau ibu, kau telah melahirkan aku
dengan jerih payah

Sungguh besar jasamu ibu,
kau mulia, dan aku sejahtera
Ibu kau pelindungku
Terimalah doaku ibu
Tuhan
Selamatkanlah ibuku
Jauhkanlah dari mara bahaya
Berilah kami rizqi yang banyak
Ya Allah dengarlah doaku
Terimakasih ibu.


Karya: Dian Ardiani Alamzuar Nurdin (Purikembangan, Jakbar)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat




Lanjut membaca “Kasih Sayang Ibu”  »»

Seiring Do'a

Kutinggalkan desa
untuk mencari ilmu
ku tinggalkan ibu
dengan penuh tangis
kutinggalkan ayah
dengan diiringi doa

Ayah... ibu
aku akan menuntut ilmu
untuk membahagiakan ayah dan ibu
ibu janganlah menangis
ayah doakan aku agar berhasil

Ayah... ibu
aku berjanji tak akan mengecewakanmu
kan kuingat selalu pada bekaluku dari desa
seiring doa penyelamat jiwa


Karya: Heliana Artanti (Menteng Atas, Jaksel)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat



Lanjut membaca “Seiring Do'a”  »»

Pahlawan Islam

Kukan teringat selalu padamu
Oh, pahlawan Islam
Kala tubuhmu terkoyak
Oleh peluru yang jahanam

Tubuhmu bermandikan darah
Berselimut duka ...
dan ...
Sanak saudara kau tinggalkan

Kau adalah pahlawan Islam
Kau beruntung
Nyawamu diambil oleh Allah
Sewaktu kau berlaga di medanNya

Kusebut kau
Pahlawan pembeli agama yang sejati
dan aku akan meneruskan ...
perjuangan dan cita-citamu
Semoga Allah menenangkan kau
di alam baka.


Karya: Lulu Jamaludin (Banten, Serang)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat



Lanjut membaca “Pahlawan Islam”  »»

Ustadzku

Setiap sore setelah maghrib
Dirimu datang tuk mengajariku
Dalam belajar dan menghafal
Ayat-ayat suci Al-Qur'an

Dirimu tak pernah bosan
Walaupun murid-muridmu
Ada yang sudah diajari
Dalam membaca dan menghafal

Ayat-ayat suci Al-Qur'an

Namun dirimu tak pernah gentar
Untuk mengajari murid-muridnya
Agar kelak mereka semua pandai
Dalam beribadah dan mencari ilmu

Ustadzku yang penuh pengabdian
Aku selalu berdoa agar
Allah selalu melimpahkan
Rizki dan keselamatan untukmu
Amien.

Karya: Ermawaty Susilo (Purworejo, Jateng)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat)



Lanjut membaca “Ustadzku”  »»

Fungsi Mujahidin

Allahu Akbar, Allahu Akbar
karena Dialah jadi segala yang ada
Dia yang memberi nafas segala yang hidup
Tanpa diminta Dia beri

Manusia dan Jin Dia jadikan
hanya untuk ...
mengabdi ...
kepada Nya saja

Wajarlah ...
Mujahidin berkata:
biar tubuh berserakan
di cencang-cencang
di potong-potong
walau langit di atap dengan Jaker F-16 nya
membom-bardir
di segenap lurah dan bukit
semuanya itu
tak akan terasa
hidup atau mati
sama-sama berada di sisi Allah
Tujuan hidup hanyalah
mengabdi kepada Nya saja


Karya : Sukajadi (Pekanbaru)

Sumber : Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat



Lanjut membaca “Fungsi Mujahidin”  »»

Al Haq

Islam
Kau diturunkan di tengah-tengah keasingan
kedatanganMu mengejutkan umat manusia
Islam
Cahayamu menyinari semua kedloliman
kebenaranmu menuntun ke jalan yang lurus
Kau adalah agama yang benar
menuntun semua insan
menyirnakan semua kerusakan

Islam
Kau haq
Kau lurus
Islam
Hanya denganmulah keselamatan
bersamamulah kebahagiaan

Islam
Peluklah diri ini
dengan aqidahmu
dengan kebenaranmu
dengan kebahagiaanmu
Islam
Kaulah satu-satunya agama yang haq


Karya: Lathief Atsman (Ponpes Islam Al-Mukmin)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat

Lanjut membaca “Al Haq”  »»

Bulan Suci

>> Monday, August 9, 2010

Kami telah sampai di pintumu
Bulan penghulu dari segala bulan
Betapa besar dan agung rahmatMu
Di setiap langkah usia kami, Kau pertemukan

Bulan suci, bulan pengampunan
Dari tumpukan langkah yang terluka
Kami mohon kehadiratMu ya Tuhan
Kuatkan jasmani dan Rohani untuk beribadah

Bulan suci, bulan pendidikan
Membina rasa menghalau kemungkaran
Allah telah belenggu semua setan
Dan perlicin jalan untuk keimanan

Bulan suci, bulan penuh rahmat
Hanya ada sekali dalam setaun
Rindu kami mendamba setiap saat,
Sepanjang usia semoga kita tetap rukun


Karya: Mussollini (Siantar, Sumut)

Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat

Lanjut membaca “Bulan Suci”  »»

Episode Milad : 12 Tahun KAMMI untuk Indonesia

>> Tuesday, March 30, 2010

Oleh: Edo Segara

Dua belas tahun yang lalu aku hadir
Berijtihad melakukan perubahan
Dua belas tahun yang lalu aku hadir
Beritikad dalam proses perbaikan
Karena keprihatinanku yang mendalam
Aku hadir ditengah-tengah Indonesia
Karena krisis yang melanda negeri ini
Aku hadir sebagai solusi
Karena dorongan tanggung-jawab moral
Aku hadir untuk beramal
Karena penderitaan rakyat berlangsung
Aku hadir ingin membantu

Dua belas tahun usiaku kini
Aku mengalami pendewasaan
Dua belas tahun usiaku kini
Aku semakin besar dan matang

Dua belas tahun ke depan
Aku ingin tetap menjadi bagian perbaikan
Dua belas tahun ke depan
Aku ingin tetap berkontribusi

Yogyakarta, 28 Maret 2010


Lanjut membaca “Episode Milad : 12 Tahun KAMMI untuk Indonesia”  »»

Kupu-Kupu

>> Monday, October 19, 2009


Wujud kepompong membuatnya terpaku
Lama tak bergeming
Tempat itu menjadi saksi kebisuannya
Teriknya mentari, dinginnya malam ia rasakan
Tak membuatnya pergi menjauh

Kini, ia menjelma menjadi kupu-kupu cantik
Sayapnya indah ak kipas warna bermotif
Wujud rupawan kian menghiasi harinya
Sayap ibarat tiket baginya
Tuk tuju tempat-tempat baru

Sesekali ia hinggap di bunga yang sama
Tentu saja hanya transit
Lalu terbang lagi ke mana ia suka
Kalopun kembali ke bunga yang sama
Tuk sekejap saja

Siang yang terik itu menjadi saksi segalanya
Si kupu-kupu tak lagi menikmati dunia luar
Sayap indahnya yang rapuh
Kini terkoyak sudah
Ia terjerembab di lubang yang amat dalam

Tubuh mungilnya tak mampu membawanya ke luar
Pergi meninggalkan tempat itu
Ia hanya bisa meratapi nasibnya kini
Memutar kembali kenangan indah
Bersama teman-temannya yang dulu
Hanya bisa meratap sedih
Terpekur seorang diri... tanpa teman menemani



Lanjut membaca “Kupu-Kupu”  »»

Bila

>> Tuesday, May 26, 2009


Bila Maaf berarti Maaf
Bila Terima Kasih berarti Terima Kasih
Bila Ukhuwah berarti Ukhuwah
Bila Cinta berarti Cinta
Bila Rasa Sayang berarti Rasa Sayang itu




Lanjut membaca “Bila”  »»

... diar yang t‘lah lalu....


Aku terpekur
Jiwa ini terhempas di tengah ombak
Hati ini tersudut di kehningan malam
Kesunyian hati terasa kini

Ingin ku berteriak
Bibir mungilku seakan mnjerit
Mengeluarkan protes-protes
Pada mereka

Seraya berkata... lantang
Aku....
... diar yang t‘lah lalu...

Kemudian kembali tegakkan wajah
Menatapnya penuh arti
Tubuh lunglai ini sekejap bangkit
Membusungkan dada

Seraya berkata... lantang
Aku....
...diar yang t‘lah lalu....

Dia datang kembali
Menawarkan sejuta pesona
Keindahan menari di pelupuk matanya
Tapi aku tak bergeming sudah

Seraya berkata... lantang
Aku....
... diar yang t’lah lalu....



Bogor, 25 Mei 2009




Lanjut membaca “... diar yang t‘lah lalu....”  »»

HARAPAN TERBUJUR KAKU

>> Saturday, February 14, 2009

Aku tulis sajak ini di bawah remang berkabut

Dalam benakku yang tak lagi salut


Aku melihat kepingan harapan berserakan

Seperti dedaunan kering dibantai kemarau

Aku melihat semerawut harapan

Seperti wajah bumi digempa terseret




Aku melihat segumpal harapan beku terbujur kaku

Seperti bongkahan salju beku membatu



Harapan-harapan dikerangkeng kepala buntu membatu

Mengapa tak kau lepaskan dirimu

Dari kerangkeng lesu

Malah kau makin membisu

Hadirmu membuatku malu

Tanpa gegas memburu

Seperti awalmu yang terdahulu

Gigihmu tanpa keluh




………………….

Kepada tunas-tunas baru

Kupeluk tatapmu dalam haru

Biar aku bersama kau selalu

Dengan harapan baru mengharu biru



Abaikan mereka terbujur kaku

Agar tidak tertular kaku

Lalu mati terbujur kaku



Malang, penghujung 2008

El_hezhna



Catatan: Buah karya seorang teman.


Lanjut membaca “HARAPAN TERBUJUR KAKU”  »»

Alma Malika Salsabila

>> Monday, September 29, 2008

Sembilan bulan kau di kandungnya
Sembilan bulan kau dinanti banyak orang
Sembilan bulan rajutan asa terbangun untukmu
Sembilan bulan... Ya, sembilan bulan

Untaian permata t’lah disiapkan untukmu
Untaian syukur akan mengiringi kelahiranmu
Untaian nama indah didedikasikan untukmu
Alma Malika Salsabila, namamu

Dik Alma sayang….
Saat moment itu menjadi sangat berarti
Hari pertama kau menghirup udara dunia fana
Saat moment itu sangat bermakna

Ya, Alma ku sayang….
Semua orang menunggumu
Dengan asa yang terukir dalam hati

Kala kau menangis untuk yang pertama
Itu adalah bahagia kami
Kala kau menangis semakin memburu
Itu adalah bahagia kami

Tapi... sayang....
Hanya sesaat kau menyapa kami
Hanya sekejap kau memperlihatkan senyum indahmu
Ya... hanya lima jam saja saying



Kini kau telah berada bersama-Nya
Allah terlalu sayang padamu, duhai Alma
Tak ingin kau terkotori oleh dunia ini
Ya... hanya lima jam di dunia
Abadi bersama-Nya


Nb: Didedikasikan untuk Muthia dan perempuan yang berhati lapang


Bogor, 27 September 2008

Lanjut membaca “Alma Malika Salsabila”  »»
bisnis syariah

Blogger

Komentar Artikel

Artikel Terbaru

Glitter Words
Belajar menjadi pembelajar yang baik

(c) 2009, Butiran Pasir

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP