Buku Apakah Aku???
>> Wednesday, May 11, 2011
Aku adalah sebuah buku yang tercetak indah
Untuk mengetahui namaku, inilah petunjuknya
Beraneka dalam sampulnya dan terjilid rapi
Di hati Muslim, aku jarang ditemukan
Tinggi di rak, tersimpan daku
Terlupakan di sana, terbengkalai daku
Dengan takzim,
aku memang mendapat banyak 'ciuman'
Unsur utamaku, mereka 'luput' dapatkan
Dengan suara merdu, mereka membacaku
Mengabaikn pesan, dalam diriku
Terkadang, aku dipakai untuk sumpah palsu
Manfaatku yang sebenarnya sangat,
sangt langka
Sebuah mukjizat, itulah aku,
Yang dapat mengubah dunia
Yang orang harus lakukan
adalah memahami pesanku
Aku mempunyai hikmah
mempunyai harta yang berharga
Sedemikian melimpah, sampai tak terukur
Akulah pemandumu menuju juru selamatmu
Namun siapakah itu yang mengikuti seruanku
Yang benar, bukan yang salah, adalah reputasiku
Alquran Suci adalah namaku
Sumber: Novel 'Cinta yang Terlambat'
Muhammad dalam Memori
>> Saturday, August 28, 2010
Saat kegelapan menyelubungi dunia
Kebejatan, kebobrokan merajalela
Kebuasan hukum rimba
Melanda umat manusia
Lahirlah engkau Muhammad putra Abdullah
Dari rahim seorang bunda Aminah
Di gurun tandus dalam ancaman
Abrahah
Yang datang menyerang bersama
pasukan gajah
tuk merebut bangunan suci Ka'bah
Pada dua belas Rabiul Awal
tahun Hijriyah
Getar senyumanmu mencairkan duka
sang bunda
Yang ditinggal suami tercinta
ke alam baqa
Tutur-katamu mengtebu merasuk sukma
Membuka tirai pekatnya kalbu manusia
Bagai terbiasnya malam gelap-gulita
Oleh munculnya mentari di ufuk sana
Menimpa ... dan menyinari ... mayapada
Bersama iman yang menancap dalam dada
Kau sebarkan benih-benih taqwa
Penghapus debu dekilnya api durjana
Yang menyeliputi tiap diri manusia
Tanpa peduli onak-duri, aral merintang
di hadapannya
Butir-butir mutiara ajarannya
laksana cahaya pelita
Memancar di depan penjuru dunia
Dan ...
Tatkala ditawarkan pada junjungan kita
Tentang kesenangan, kemewahan dan
kenikmatan dunia
Agar kau mandek menyampaikan risalah
kebenaran Tuhan Esa
Dengan mantapnya engkau berkata:
"Meskipun mentari kau letakkan di tangan
kananku
dan rembulan di tangan kiriku
ku kan tetap melaksanakan dakwahku
hingga ajal merenggut diriku"
Semangat juang diwarisi angkatan tua
hingga angkatan muda
yang dambakan adil makmur sentosa
Dengan ridlo sang maha pencipta
Karna kaulah manusia tauladan ...
pemimpin dunia
Karya: Agus Amirudin WR (Margasari)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Kasih Sayang Ibu
Ibu kau pembimbing kami
Kasih sayangmu kepada nakmu sungguh besar
Sungguh besar jasamu ibu
Kau pembimbing putra-putrimu
Ibu aku dibimbing sampai besar sungguh
mulia jasamu
Ibu akan kubalas jasamu dengan kebaikan
Ibu kan melahirkan aku dari kecil sampai besar
Kasihan kau ibu, kau telah melahirkan aku
dengan jerih payah
Sungguh besar jasamu ibu,
kau mulia, dan aku sejahtera
Ibu kau pelindungku
Terimalah doaku ibu
Tuhan
Selamatkanlah ibuku
Jauhkanlah dari mara bahaya
Berilah kami rizqi yang banyak
Ya Allah dengarlah doaku
Terimakasih ibu.
Karya: Dian Ardiani Alamzuar Nurdin (Purikembangan, Jakbar)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Seiring Do'a
Kutinggalkan desa
untuk mencari ilmu
ku tinggalkan ibu
dengan penuh tangis
kutinggalkan ayah
dengan diiringi doa
Ayah... ibu
aku akan menuntut ilmu
untuk membahagiakan ayah dan ibu
ibu janganlah menangis
ayah doakan aku agar berhasil
Ayah... ibu
aku berjanji tak akan mengecewakanmu
kan kuingat selalu pada bekaluku dari desa
seiring doa penyelamat jiwa
Karya: Heliana Artanti (Menteng Atas, Jaksel)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Pahlawan Islam
Kukan teringat selalu padamu
Oh, pahlawan Islam
Kala tubuhmu terkoyak
Oleh peluru yang jahanam
Tubuhmu bermandikan darah
Berselimut duka ...
dan ...
Sanak saudara kau tinggalkan
Kau adalah pahlawan Islam
Kau beruntung
Nyawamu diambil oleh Allah
Sewaktu kau berlaga di medanNya
Kusebut kau
Pahlawan pembeli agama yang sejati
dan aku akan meneruskan ...
perjuangan dan cita-citamu
Semoga Allah menenangkan kau
di alam baka.
Karya: Lulu Jamaludin (Banten, Serang)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Ustadzku
Setiap sore setelah maghrib
Dirimu datang tuk mengajariku
Dalam belajar dan menghafal
Ayat-ayat suci Al-Qur'an
Dirimu tak pernah bosan
Walaupun murid-muridmu
Ada yang sudah diajari
Dalam membaca dan menghafal
Ayat-ayat suci Al-Qur'an
Namun dirimu tak pernah gentar
Untuk mengajari murid-muridnya
Agar kelak mereka semua pandai
Dalam beribadah dan mencari ilmu
Ustadzku yang penuh pengabdian
Aku selalu berdoa agar
Allah selalu melimpahkan
Rizki dan keselamatan untukmu
Amien.
Karya: Ermawaty Susilo (Purworejo, Jateng)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat)
Fungsi Mujahidin
Allahu Akbar, Allahu Akbar
karena Dialah jadi segala yang ada
Dia yang memberi nafas segala yang hidup
Tanpa diminta Dia beri
Manusia dan Jin Dia jadikan
hanya untuk ...
mengabdi ...
kepada Nya saja
Wajarlah ...
Mujahidin berkata:
biar tubuh berserakan
di cencang-cencang
di potong-potong
walau langit di atap dengan Jaker F-16 nya
membom-bardir
di segenap lurah dan bukit
semuanya itu
tak akan terasa
hidup atau mati
sama-sama berada di sisi Allah
Tujuan hidup hanyalah
mengabdi kepada Nya saja
Karya : Sukajadi (Pekanbaru)
Sumber : Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Al Haq
Islam
Kau diturunkan di tengah-tengah keasingan
kedatanganMu mengejutkan umat manusia
Islam
Cahayamu menyinari semua kedloliman
kebenaranmu menuntun ke jalan yang lurus
Kau adalah agama yang benar
menuntun semua insan
menyirnakan semua kerusakan
Islam
Kau haq
Kau lurus
Islam
Hanya denganmulah keselamatan
bersamamulah kebahagiaan
Islam
Peluklah diri ini
dengan aqidahmu
dengan kebenaranmu
dengan kebahagiaanmu
Islam
Kaulah satu-satunya agama yang haq
Karya: Lathief Atsman (Ponpes Islam Al-Mukmin)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Bulan Suci
>> Monday, August 9, 2010
Kami telah sampai di pintumu
Bulan penghulu dari segala bulan
Betapa besar dan agung rahmatMu
Di setiap langkah usia kami, Kau pertemukan
Bulan suci, bulan pengampunan
Dari tumpukan langkah yang terluka
Kami mohon kehadiratMu ya Tuhan
Kuatkan jasmani dan Rohani untuk beribadah
Bulan suci, bulan pendidikan
Membina rasa menghalau kemungkaran
Allah telah belenggu semua setan
Dan perlicin jalan untuk keimanan
Bulan suci, bulan penuh rahmat
Hanya ada sekali dalam setaun
Rindu kami mendamba setiap saat,
Sepanjang usia semoga kita tetap rukun
Karya: Mussollini (Siantar, Sumut)
Sumber: Kumpulan Puisi Islami, Majalah Sahabat
Episode Milad : 12 Tahun KAMMI untuk Indonesia
>> Tuesday, March 30, 2010
Oleh: Edo Segara
Dua belas tahun yang lalu aku hadir
Berijtihad melakukan perubahan
Dua belas tahun yang lalu aku hadir
Beritikad dalam proses perbaikan
Karena keprihatinanku yang mendalam
Aku hadir ditengah-tengah Indonesia
Karena krisis yang melanda negeri ini
Aku hadir sebagai solusi
Karena dorongan tanggung-jawab moral
Aku hadir untuk beramal
Karena penderitaan rakyat berlangsung
Aku hadir ingin membantu
Dua belas tahun usiaku kini
Aku mengalami pendewasaan
Dua belas tahun usiaku kini
Aku semakin besar dan matang
Dua belas tahun ke depan
Aku ingin tetap menjadi bagian perbaikan
Dua belas tahun ke depan
Aku ingin tetap berkontribusi
Yogyakarta, 28 Maret 2010
Kupu-Kupu
>> Monday, October 19, 2009

Wujud kepompong membuatnya terpaku
Lama tak bergeming
Tempat itu menjadi saksi kebisuannya
Teriknya mentari, dinginnya malam ia rasakan
Tak membuatnya pergi menjauh
Kini, ia menjelma menjadi kupu-kupu cantik
Sayapnya indah ak kipas warna bermotif
Wujud rupawan kian menghiasi harinya
Sayap ibarat tiket baginya
Tuk tuju tempat-tempat baru
Sesekali ia hinggap di bunga yang sama
Tentu saja hanya transit
Lalu terbang lagi ke mana ia suka
Kalopun kembali ke bunga yang sama
Tuk sekejap saja
Siang yang terik itu menjadi saksi segalanya
Si kupu-kupu tak lagi menikmati dunia luar
Sayap indahnya yang rapuh
Kini terkoyak sudah
Ia terjerembab di lubang yang amat dalam
Tubuh mungilnya tak mampu membawanya ke luar
Pergi meninggalkan tempat itu
Ia hanya bisa meratapi nasibnya kini
Memutar kembali kenangan indah
Bersama teman-temannya yang dulu
Hanya bisa meratap sedih
Terpekur seorang diri... tanpa teman menemani
Bila
>> Tuesday, May 26, 2009

Bila Maaf berarti Maaf
Bila Terima Kasih berarti Terima Kasih
Bila Ukhuwah berarti Ukhuwah
Bila Cinta berarti Cinta
Bila Rasa Sayang berarti Rasa Sayang itu
... diar yang t‘lah lalu....

Aku terpekur
Jiwa ini terhempas di tengah ombak
Hati ini tersudut di kehningan malam
Kesunyian hati terasa kini
Ingin ku berteriak
Bibir mungilku seakan mnjerit
Mengeluarkan protes-protes
Pada mereka
Seraya berkata... lantang
Aku....
... diar yang t‘lah lalu...
Kemudian kembali tegakkan wajah
Menatapnya penuh arti
Tubuh lunglai ini sekejap bangkit
Membusungkan dada
Seraya berkata... lantang
Aku....
...diar yang t‘lah lalu....
Dia datang kembali
Menawarkan sejuta pesona
Keindahan menari di pelupuk matanya
Tapi aku tak bergeming sudah
Seraya berkata... lantang
Aku....
... diar yang t’lah lalu....
Bogor, 25 Mei 2009
HARAPAN TERBUJUR KAKU
>> Saturday, February 14, 2009
Aku tulis sajak ini di bawah remang berkabut
Dalam benakku yang tak lagi salut
Aku melihat kepingan harapan berserakan
Seperti dedaunan kering dibantai kemarau
Aku melihat semerawut harapan
Seperti wajah bumi digempa terseret
Aku melihat segumpal harapan beku terbujur kaku
Seperti bongkahan salju beku membatu
Harapan-harapan dikerangkeng kepala buntu membatu
Mengapa tak kau lepaskan dirimu
Dari kerangkeng lesu
Malah kau makin membisu
Hadirmu membuatku malu
Tanpa gegas memburu
Seperti awalmu yang terdahulu
Gigihmu tanpa keluh
………………….
Kepada tunas-tunas baru
Kupeluk tatapmu dalam haru
Biar aku bersama kau selalu
Dengan harapan baru mengharu biru
Abaikan mereka terbujur kaku
Agar tidak tertular kaku
Lalu mati terbujur kaku
Malang, penghujung 2008
El_hezhna
Catatan: Buah karya seorang teman.
Alma Malika Salsabila
>> Monday, September 29, 2008
Sembilan bulan kau di kandungnya
Sembilan bulan kau dinanti banyak orang
Sembilan bulan rajutan asa terbangun untukmu
Sembilan bulan... Ya, sembilan bulan
Untaian permata t’lah disiapkan untukmu
Untaian syukur akan mengiringi kelahiranmu
Untaian nama indah didedikasikan untukmu
Alma Malika Salsabila, namamu
Dik Alma sayang….
Saat moment itu menjadi sangat berarti
Hari pertama kau menghirup udara dunia fana
Saat moment itu sangat bermakna
Ya, Alma ku sayang….
Semua orang menunggumu
Dengan asa yang terukir dalam hati
Kala kau menangis untuk yang pertama
Itu adalah bahagia kami
Kala kau menangis semakin memburu
Itu adalah bahagia kami
Tapi... sayang....
Hanya sesaat kau menyapa kami
Hanya sekejap kau memperlihatkan senyum indahmu
Ya... hanya lima jam saja saying
Kini kau telah berada bersama-Nya
Allah terlalu sayang padamu, duhai Alma
Tak ingin kau terkotori oleh dunia ini
Ya... hanya lima jam di dunia
Abadi bersama-Nya
Nb: Didedikasikan untuk Muthia dan perempuan yang berhati lapang
Bogor, 27 September 2008
