Selamat Idul Adha 1432 H
>> Sunday, November 6, 2011
Gema Takbir kembali berkumandang...
Tabuh pun kembali ditalu...
Hari penuh Ibrah dari Masa lalu...
Mengajarkan kita tentang Keikhlasan dan Pengorbanan...
Mohon Maaf Lahir Batin...
Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H...
Lanjut membaca “Selamat Idul Adha 1432 H” »»
Untaian Kata Idul Fitri
>> Monday, August 29, 2011
Lanjut membaca “Untaian Kata Idul Fitri” »»
Taushiyah Almh. Ustz. Yoyoh Yusroh
>> Thursday, May 26, 2011
Kenangan sms Ustz. Yoyoh Yusroh kpd seorang akhwat sebelum wafat:
"Ya Robb, aku sedang memikirkan posisiku kelak di akhirat.
Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu pra wanita Khodijah Al-kubro yg berjuang dg harta & jiwanya?
Atau dg Hafsah binti Abu Bakar yg dibela oleh Allah swt saat akan dicerai karena showwammah & qowwamahnya?
Atau dg Aisyah yg telah hafal 3500 an hadits, sdg aku...Ehm 500 juga belum...
Atau dg Ummu Sulaim yg shobiroh
atau dg Asma yg mengurus kendaraan suaminya & mencela putranya saat istirahat dari jihad...
Atau dg siapa ya, ya Allah, tolong beri kekuatan tuk mengejar amaliah mereka... Sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dg mereka di taman Firdaus Mu.
Qt kehilangan seorang Mujahidah, Kade terbaik Qt, Guru Qt, Mr Qt..
Selamat Jalan Ibunda Yoyoh, Semoga Amal Syahidah menempatkan di-Jannah-Nya.
(Inspirasi Qudwah Almarhumah for Dakwah)
Buku Apakah Aku???
>> Wednesday, May 11, 2011
Aku adalah sebuah buku yang tercetak indah
Untuk mengetahui namaku, inilah petunjuknya
Beraneka dalam sampulnya dan terjilid rapi
Di hati Muslim, aku jarang ditemukan
Tinggi di rak, tersimpan daku
Terlupakan di sana, terbengkalai daku
Dengan takzim,
aku memang mendapat banyak 'ciuman'
Unsur utamaku, mereka 'luput' dapatkan
Dengan suara merdu, mereka membacaku
Mengabaikn pesan, dalam diriku
Terkadang, aku dipakai untuk sumpah palsu
Manfaatku yang sebenarnya sangat,
sangt langka
Sebuah mukjizat, itulah aku,
Yang dapat mengubah dunia
Yang orang harus lakukan
adalah memahami pesanku
Aku mempunyai hikmah
mempunyai harta yang berharga
Sedemikian melimpah, sampai tak terukur
Akulah pemandumu menuju juru selamatmu
Namun siapakah itu yang mengikuti seruanku
Yang benar, bukan yang salah, adalah reputasiku
Alquran Suci adalah namaku
Sumber: Novel 'Cinta yang Terlambat'
Secercah Pinta
>> Thursday, September 9, 2010
Selepas Ramadhan
Mahabbah pada Allah SWT
Untaian Kata untuk Pengantin
>> Saturday, July 10, 2010
(Utk Ita + Syahrul,
Atika + Amika,
Midah+Yulizar, Retno+Joko, dan para pengantin baru)
Dari satu titik, Kalian jalin janji suci.
Rajut kisah, gapai kemuliaan.
Di atas sajadah syukur, Kalian bergandeng tangan.
Kembangkan layar, kayuh bahtera.
Terjang gelombang, selami samudera.
Bersama mentari, rembulan, dan bening embun.
Dinaungi doa sepanjang musim, Kalian syahadahkan tekad putih.
Gores dzarah cemerlang peradaban.
Merangkai hikmah keabadian.
Dengan Cinta, Iman, Satu Tujuan.
Barakallah laka wa baraka alaika wa jama'a bainakumma fii khair....
Rabithah
>> Tuesday, September 15, 2009
Izzis— Rabithah
Sesungguhnya Engkau tahu
bahwa hati ini t’lah berpadu
Berrhimpun dalam naungan cinta-Mu
Bertemu dalam ketaatan
Bersatu dalam perjuangan
Menegakkan syari’at dalam kehidupan
Kuatkanlah ikatannya
Kekalkanlah cintanya
Tunjukilah jalan-jalannya
Terangilah dengan cahya-Mu
yang tiada pernah padam
Ya… Rabbi….
Bimbinglah kami
Lapangkanlah dada kami
dengan karunia iman dan indahnya tawakal pada-Mu
Hidupkan dengan ma’rifat-Mu
Matikan dalam syahid di jalan-Mu
Engkaulah pelindung dan pembela
Untukmu Syuhada
Izzis— Untukmu Syuhada
Kehidupan bagaikan roda
beribu zaman terus berputar
namun satu tak akan pudar
cahaya Allah tetap membahana
Majulah sahabat mulia
berpisah bukan akhir segalanya
lepas jiwa terbang mengangkasa
cita kita tetap satu jua
Walau raga meregang nyawa
Harta dunia tiada tersisa
Namun jiwa tetaplah satria
Takkan surut satu langkah jua
Debu?‘ebu dan darah suci
Saksi nan tak terbantahkan lagi
Gunung lembah hutan dan samudra
Untuk Allah diatas segalanya
Tujuh awan bersuka ria
Sambut ruh suci menuju Rabbnya
Sahabat nantikan hadir kami
Kan menyusulmu sekejap lagi
Bidadari nan bermata jeli
Menyongsong dengan wajah berseri
Sahabat kami rela kau pergi
Jihad kita kan terus bersemi
Jalan ini takkan pernah henti
Bagaimana Jika...
>> Wednesday, June 17, 2009
Bagaimana jika… Allah tidak memberkati kita hari ini
Karena kita tidak bersyukur hari kemarin
Bagaimana jika… Allah berhenti memberi petunjuk hari esok
Karena kita membangkang hari ini
Bagaimana jika… Kita tidak melihat bunga indah bermekaran
Karena kita menggerutu saat Allah sedang menurunkan hujan
Bagaimana jika… Allah menarik Al-Qur’an
Karena kita malas membaca dan mentadaburinya
Bagaimana jika… Allah menghapus semua firman-Nya
Karena kita gagal mneladani Rasul-Nya
Bagaimana jika… Pintu-pintu masjid tertutup
Karena kita tidak pernah membuka pintu hati
Bagaimana jika… Allah berhenti mencintai kita
Karena kita tidak berhenti mencintai sesama manusia
Bagaimana jika… Allah mengabulkan permintaan
Sesuai sikap kita terhadap panggilan adzan
Bagaimana jika… Allah memnuhi kebutuhan kita
Sama banyaknya dengan kita memperjuangkan agama-Nya
Astaghfirullah… Ya Rabb, ampunilah hambamu ini
Sumber: Lebah dari seorang teman
Obat Penghapus Dosa dan Penyembuhan Penyakit Hati
akar pohon TAWADHU’ (kerendahan hati)
Taruh kedua akar itu dalam keranjang TAUBAT
Tumbuklah dengan menggunakan lesung RIDHO
Lalu haluskan dengan serut kepuasan hati (QONA’AH)
Masuklah ke dalam kendil TAQWA
Campurkan air HAYA’ (rasa malu) ke dalamnya
Didihkanlah dengan api MAHABBAH (rasa cinta)
Dinginkan dengan angin ROJA (pengharapan)
Minumlah dengan menggunakan sendok HAMDALAH
Jika Kita dapat melakukan semua itu
Niscaya akan selamat dari penyakit dunia dan bencana akhirat
Sumber: Agenda Muslimah
Dari Sahabat... Untukmu Sahabat
>> Wednesday, March 18, 2009
Uang cukup, HP punya. Tapi tetaplah miskin tanpa seorang sahabat.
Mengenalmu adl 1 kesyukuran.
Bercanda dngmu adl 1 kebahagiaan.
Menyakitimu adl 1 kesalahan.
Mendoakanmu adl 1 kewajiban.
Memiliki Sahabat sepertimu adl 1 Anugrah.
Allah terlalu bijak, memberiku seorang Sahabat tanpa harga.
Jika Allah memberi harga, niscaya aku tak akan mampu membelimu, Wahai Sahabat.
Sahabat... tolong dengarkan ya....
Jika esok aku bahagia atau berduka, tetaplah menjadi Sahabatku.
Jika esok aku salah, tolong maklumi ya Sahabat.
Jika esok aku sakit, doakanlah.
Jika esok aku tlah tiada... MAAFKAN aku ya Sahabat.
Karena aku tak tahu, kapan Allah SWT memanggil kembali.
Sebelum semua terjadi.
MAAF Sahabat. :-) :-) :-)
Izinkan Ku Pinta Maaf Mu
>> Monday, September 29, 2008
Detik-detik penantian telah tiba
Marilah kita menyapa dalam kabar
Hadapkan Idul Fitri dengan cinta dan kasih
Wujud syukur di hati nan fitri
Ikhlaskan hati untuk saling memaafkan
Selepas Ramadhan....
Semoga mutiara kesabaran, keimanan, dan mahabbah kepada Allah
Selalu terpatri dalam diri
Selaras dengan gelombang kehidupan
Yang tak selalu datar
Dalam lautan pasir ada karang
Luasnya samudra pasti ada buih
Sebesar kebaikan pasti ada salah
Sejuta kata pasti ada perih
Setiap mawar punya duri
Seperti halnya malam punya fajar
Ditulis dengan sepenuh hati
Berbingkai kebesaran jiwa
SELAMAT HARI RAYA IDULFITRI 1429 H
Mohon Maaf Lahir dan Batin
Taqobalallah Minna Wa Minkum
Bogor, 28 September 2008
Untukmu, Saudaraku….
>> Friday, August 29, 2008
Sehelai daun damba jatuh di biru telaga jernih-Nya.
Harap tersucikan dari debu-debu yang lekati permukaannya.
Di bulan RAMADHAN nan mulia ini,
izinkan ana mengucapkan:
Minal a’idzin wal fa’idzin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Taqobalallahu minna wa minkum.
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
Semoga limpaha pahala dan barokah-Nya ditujukan pada kita. Amiin. :)
Bogor, 25 Agustus 2008
Untukmu, Saudaraku ….
Kadangkala hidup menjadi terasa begitu sulit
Langkah ini terasa begitu berat
Hati terasa begitu enggan mengarungi jalan ini
Debu-debu, karang, duri tajam, terasa begitu menyakitkan
Tetapi Saudaraku ....
Kala kau ulurkan tanganmu
Dan kau ucapkan taushiyah yang menyejukkan hatiku
Sungguh, Saudaraku ....
Beban yang tadinya begitu berat
Langkah yang tadinya terbata-bata
Menjadi begitu ringan dan bertenaga
Kala ku tahu kau ada bersamaku
Saling menjaga dan menyayangi
Mengingatkan apabila yang satu terlalaikan
Ah, Saudaraku ....
Tanpa terasa begitu lama jalan dakwah ini kita lalui bersama
Jalan yang telah mempertemukan kau dan aku
Dalam ikatan yang begitu kuat, begitu kokoh, begitu indah
Bahagia terasa kala kita jalani hari-hari bersama
Mencari seserpih cinta
Dalam menggapai Ridho-Nya
Entah berapa banyak noda hitam yang menggores kisah kita
Saat luka di hati merebak
Kala binar Mahabbah tak lagi bersemi
Kala kau tak menyukai perbuatanku, karena Allah
Betapa yang ku ingin, Saudaraku ....
Semoga maaf terlantun dari hatimu yang tulus
Semoga Allah menghapus semua dendam di dada
Semua salah di hati
Semua noda dan dosa yang ada
Agar kau dan aku
Kita semua
Dalam payung MAAF-NYA
Diberikan oleh seorang Saudara untuk Saudaranya.
Nb: Detik-detik penantian telah tiba. RAamadhan telah di hadapan, Izinkan saya mengucapkan ‘Mohon Maaf Lahir dan Batin.’ Atas segala khilaf diri, baik sengaja ataupun tidak. Jazakumullah Khairan Katsira. J
Bogor, 25 Agustus 2008
Jangan Biarkan Hal-hal Sepele Menghancurkan Hidupmu
So... Let’s SMILE, Guys!!!
Banyak orang dilanda kesedihan dan penyebab utamanya hanyalah masalah sepele dan tidak layak untuk disebutkan, karena keremehannya yang teramat sangat. Hal ini dapat melemahkan iman dan membekukan semangat, serta melemahkan tekad.
Alangkah lebih baiknya, jika kita melakukan kegiatan yang lebih bermanfaat daripada memikirkan hal-hal yang sepele yang duniawi, syahwati, dan syaithani. Masih ingatkah kita dengan tragedi kesurupan yang banyak menimpa pelajar sekolah? Sesungguhnya, kondisi yang paling kritis bagi pemikiran seseorang adalah manakala yang bersangkutan kosong dari kegiatan yang menyibukkan dirinya, sehingga keadaannya sama seperti sebuah mobil yang digelandang menuju jalan menurun tanpa pengemudi. Kemudian, oleng deh ke kanan atau ke kiri. Jika kekosongan menyelimuti kita, maka bersiap=siaplah kedatangan tamu kesedihan, kesusahan, dan ketakutan.
Tak perlulah kita melamun, berandai-andai, berangan-angan, atau berpikir keras ketika menghadapi qodhoya (permasalahan) hidup. Karena orang yang cerdas lagi kreatif dapat mengubah kerugian menjadi keuntungan. Sedangakn orang yang tidak pintar (bodoh) lagi nervous akan membuat suatu musibah yang menimpanya menjadi dua musibah. Peribahasanay ’Sudah jatuh, tertimpa tangga.’
Sahabatku... alangkah perlunya kita akan senyuman, keceriaan wajah, kelapangan dada, keindahan budi pekerti, kehalusan jiwa, dan kelembutan hati.
Maka tersenyumlah :), karena bintang-bintang tertawa ceria. Sekalipun kegelapan malam bertumpang-tindih.
Jadilah bintang itu, Sahabatku!!! :) :) :)
Mari pelihara shalat, lestarikan istighfar, tebarkan senyuman, kendalikan emosi (jangan dikendalikan oleh emosi), hadirkan ketenangan, perkuat rasa kesyukuran, pupuk persaudaraan, dan TEGARLAH! :)
Yakinlah bahwa pertolongan Allah SWT amatlah dekat.
Nb: Ditulis kembali dari Lembar Rtaushiyah Rohis Jurusan.
Bogor, 19 Agustus 2008
Untukmu Saudaraku….
>> Tuesday, August 19, 2008
Sungguh…Dakwah ini bagai rerimbun pohon jati
Sedang kita adalah daun-daunnya
Andai…satu waktu ribuan daun luruh ke bumi
Niscaya rerimbun pohon jati akan tetap kokoh berdiri!!!
Inilah Kami….
Lahir dari segenggam impian
Demi terus berlangsungnya estafet dakwah kampus
Datang karena secercah harapan akan indahnya masa depan
Di bawah asuhan generasi ‘gemilang’
Muncul lewat sebongkah kekuatan Iman dan Ukhuwah
Untuk berjuang sebatas kemampuan di jalan Allah swt.
Hadir dari segelintir orang-orang biasa
Yang ingin memaknai hidup menjadi luar biasa
Dan keberadaan kami di sini, kami sadar….
Kami hanyalah kembang-kembang penghias pohon dakwah
Walaupun satu waktu kan layu….
Namun kokohnya pohon dakwah nan penuh berkah
Adalah sesuatu yang amat kami rindukan….
Bangkitlah Negeriku, Harapan Itu Masih Ada
>> Monday, August 18, 2008
Munsyid : Shoutul Harokah
Tatap tegaklah masa depan
Tersenyum lagu kehidupan
Dengan cita dan satu asa
Bersama membangun Indonesia
Pegang teguhlah kebenaran
Buang jauh nafsu angkara
Berkorban dengan jiwa dan raga
untuk tegaknya keadilan
Bangkitlah negeriku
Harapan itu masih ada
Berjuanglah bangsaku
Jalan itu masih terbentang
S'lama matahari bersinar
S'lama kita terus berjuang
S'lama kita satu berpadu
Jayalah negeriku jayalah ...
Cermin Tak Pernah Berdusta
Cermin yang biasa kupandangi di setiap hari
Sekali lagi membiaskan bayangan diri
Wajah ini, mata ini tempat segala rasa bermula
Dan tindakan akhir segala cita
Apakah diriku ini yang bercahaya bersinar di surga-Mu
Menatap penuh rindu
Ataukah diriku ini yang hangus legam terbakar dalam nyala
Di neraka membara…
Sungguh berbeda yang nampak dan yang tersembunyi
Hanya kepalsuan menipu topeng belaka
Tubuh ini hati yang merajai diri
Telah bersalah ku mau melangkah
Cermin tak pernah berdusta
Yang indah topeng semata
Ya Allah aku malu tlah tertipu
Ampuni hamba sebelum akhir waktu
Kemanakah diriku ini berakhir di surga atau di neraka-Mu
Aku tak kan mampu
Apakah diriku ini kan bercahaya bersinar di surga-Mu
Menatap penuh rindu
Ataukah diriku ini yang hangus legam terbakar dalam nyala
Di neraka membara
Selamatkan aku… Aamiin ya Rabbal Alaamiin
‘Dikutip dari Tim Nasyid Star 5’



